BANJARMASIN, banuapost.co.id– Bank Kalsel sudah menyiapkan Ekosistem Keuangan Daerah (EKD), sebagai salah satu cara untuk mendukung percepatan akses keuangan daerah.
Sebab EKD dapat menjadi salah satu solusi yang akan memperkuat perekonomian Kalsel, baik di masa pandemi maupun ke depan.
Ini dikarenakan berbagai entitas di daerah, baik itu pemerintah daerah, perangkat daerah, perusahaan daerah dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), lembaga jasa keuangan daerah.
“Termasuk pihak ke-3, seperti vendor, supplier dan konsultan, hingga saling berjalin berkelindan dalam rangka menunjang pengelolaan keuangan daerah, supaya lebih efektif, efisien serta mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah,” jelas Dirut Bank Kalsel, Agus Syabarrudin.
Agus menjelaskan itu sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo dalam Rakornas Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) secara daring, Kamis (10/12).
Rakornas ini digagas Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dengan mengusung tema: ‘Sinergi Percepatan Akses Keuangan di Daerah untuk Indonesia Maju’. Agenda yang dibahas, seperti diskusi interaktif dan peluncuran roadmap TPAKD 2021-2025, serta pemberian penghargaan TPAKD 2020.
Agus yakin, EKD bisa membuat nadi perekonomian di kabupaten/kota di Kalsel berdenyut kencang. Ini mengingat Bank Kalsel sebagai BPD, sekaligus BUMD, dapat menjadi salah satu motor penggerak perekonomian daerah. Sehingga bisa menjadi lebih mandiri untuk pembangunan daerah.
“Dengan demikian BPD bisa membangkitkan perekonomian daerah, sekaligus meringankan beban pemerintah pusat, terutama di masa pandemi ini. Bukan tidak mungkin, Konsep EKD yang kami inisiasi bisa juga diterapkan di daerah lain,” tutur Agus.
Konsep ini, lanjut Agus, telah disetujui Pemprov Kalsel yang disisipkan dalam rancangan peraturan gubernur tentang optimalisasi penerimaan pendapatan daerah.
“Draft-nya telah disampaikan ke kemendagri untuk dikaji lebih dalam. Harapannya, konsep EKD ini dapat segera terealisasi,” harap Agus. (oie/foto: ist)