PELAIHARI, banuapost,co,id– Dua bocah warga Datu Daim tenggelam di Sungai Kandangan, Kelurahan Pelaihari, Tanah Laut, Senin (11/1) sore sekitar pukul 13:20 Wita.
Kedua korban itu, Sabarini (13), pelajar SDN Pelaihari 3, warga Jl Niaga Gg Melati, dan Saidah Umi Hani (9), warga Jl Telaga Daim.
Seorang di antaranya, Sapriani, berhasil ditemukan. Namun sudah dalam kondisi tak bernyawa. Sementara Saidah Umi, hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian anggota BPBD, Satpol PP dan Damkar serta warga setempat.
Menurut Kapolsek Pelaihari, Ipda May Felly Manurung, sore itu keduanya bermain dengan dua temannya yang lain, Asya Herlida Putri (13) dan Mujiatul Hasanah (13).
Sebagaimana penuturan saksi, ke-4 bocah bermain di tanggul. Jarak bagian atas tanggul dengan permukaan air kisaran empat meter.
Posisi kemiringan tanggul berlapis semen lumayan curam. Di tanggul ada anak tangga berkontruksi benton lebarnya sekitar 1 meter. Sekitar tangga beton itulah keempat bocah perempuan ini bermain.
Tengah asyik bermain, rupanya Sabarini terjatuh dan menarik baju Saidah Umi. Sehingga keduanya sama-sama masuk ke dalam sungai dan hanjut terbawa arus.
Melihat kedua teman hanyut, Asya Herlida dan Mujiatul Hasanah berteriak mencari pertolongan. Teriakan terdengar H Rahmatullah alias Anang Palui (60), yang rumahnya persis berseberangan dengan bocah-bocah itu bermain.
Meski sempat berupaya memberikan pertolongan dengan menceburkan diri, namun karena usia yang tak muda lagi, Anang Palui akhirnya menyerah karena kuatnya arus sungai.
Bahkan Anang Palui sempat berteriak mencari pertolongan. Namun tak ada jawaban karena warga setempat sedang sibuk bekerja.
Tak lama setelah itu, warga sekitar mulai berdatangan termasuk petugas BPBD, SatpolPP dan Damkar serta aparat yang langsuing melakukan penyisiran dengan perahu karet.
Sekitar dua jam dalam pencarian, Sabarani ditemukan sudah tak bernyawa di sekitar Karangjawa, beberapa ratus meter dari tempat kejadian. Sementara Saidah Umi, masih dalam pencarian. (zkl/foto: ist)