BANJARMASIN– Pemprov Kalsel terus mengurangi ketergantungan terhadap sektor pertambangan, dan mulai diarahkan ke sektor pariwisata, pertanian, kehutanan dan perdangan serta industri.
Khusus untuk sektor pariwisata, terus didorong menjadi primadona. Pasar Terapung, Lembah Kahung, Loksado dan yang lainnya, terus dipromosikan.
“Sektor tambang sangat dipengaruhi ekonomi dunia. Sehingga saat terjadi penurunan harga, maka berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah,” jelas Sekdaprov Kalsel, Drs AH Abdul Haris, pada rapat konsultasi analisis ekonomi regional PDRB se Kalimantan di salah satu hotel, Rabu (10/10).
Menurut sekda, Kalsel memiliki banyak potensi wisata yang harus bisa dioptimalkan, seperti wisata alam, wisata religius dan wisata kuliner.
“Saya kira wisata wisata religius, di mana ketika haul Abah Guru Sekumpul dilaksanakan, mampu menarik jutaan jemaah. Ini perlu dipikirkan, dikemas dengan lebih baik untuk ,meningkatkan perekonomian daerah,” jelasnya.
Rapat konsultasi analisis ekonomi regional PDRB se Kalimantan, dinilai sekda, memiliki peran penting untuk mengidentifikasi peran pariwisata dan ekonomi digital sebagai alternatif penunjang pertumbuhan ekonomi daerah.
“Dalam perspektif pengukuran ekonomi, upaya ini sesuai dengan visi pembangunan Kalsel yang maju dan terdepan, lebih sejahtera, berkeadilan, berdikari, dan berdaya saing,” tegas sekda. (syh/foto: hum)