RANTAU, banuapost.co.id– Kabupaten Tapin diharapkan jadi contoh penanganan stunting nasional, karena memiliki komitmen yang kuat untuk menurunkan ketidaknormalan pada pertumbuhan badan tersebut.
Komitmen itu ditandai dengan peluncuran kartu Si Dama Suka Ceting (Sistem Informasi Dasa Wisma Supaya Kita Cegah Stunting) kemudian akan dilakukan secara online.
Harapan disampaikan Pj Ketua TP PKK Kalsel, Safriati Safrizal ZA, ketika memberikan arahan pada Rembuk Stunting Konvergensi Percepatan dan Pencegahan Stunting di Kabupaten Tapin, Selasa (8/6).
“Saya ingin salah satu desa di Kabupaten Tapin menjadi project program PKK Tanggap dan Tangguh. Dimana desa itu merupakan desa yang memiliki angka stunting yang cukup tinggi,” jelasnya.
Dengan adanya program ini, sambung Safriati, bisa diintervensi sehingga dapat menurunkan angka stunting serta bisa direplikasi daerah lain.
Menurut Safriati, TP-PKK Pusat tengah menggagas dan mendorong Keluarga PKK Tanggap dan Tangguh Bencana.
Keluarga PKK Tanggap & Tangguh Bencana adalah suatu desa/kelurahan binaan PKK untuk mewujudkan keluarga dan lingkungan yang sehat melalui program kesehatan, kelestarian lingkungan hidup dan perencanaan sehat.
Dikatakanya, ada beberapa capaian Program Keluarga PKK Gagah Bencana. Salah satunya adalah penurunan angka stunting.
Menurutnya, percepatan penurunan stunting harus terus dilakukan, seperti mencegah stunting melalui makanan yang bergizi, kampanye cegah stunting serta pencegahan pernikahan usia anak.
Sebelumnya, Bupati Tapin Arifin Arpan, mengatakan, daerahnya terus berupa menekan angka permasalahan tumbuh kembang yang ditandai tinggi badan anak kurang dari tinggi badan normal pada usianya atau stunting.
“Karena itu, pertemuan kali ini sangat penting untuk memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi penurunan stunting dapat terlaksana secera efektif dan efisien,” ujar bupati.
Sementara Kadinkes Tapin, Alfian Yusuf, mengatakan, hasil E-PPGBM update pengukuran 86 persen di bulan penimbangan Februari 2021 yaitu 14,39 persen.
“Alhamdulillah, berkat dukungan Pemprov Kalsel dan kerjasama Tim KP2S, Pemerintah Kabupaten Tapin dapat memenuhi target yang telah ditetapkan Pemerintah, yaitu dibawah target nasional 21,1 persen,” jelasnya.
Pada kegiatan ini, Pj Ketua PKK Kalsel menyerahkan 1.000 masker kepada Pemerintah Kabupaten Tapin serta peralatan sekolah berupa tas kepada anak-anak di Desa Pandahan. (ril/foto: ist)