SAMPIT, banuapost.co.id– Menjelang tibanya musim kemarau, Pemkab Kotawaringin Timur (Kotim), Kalteng, siaga penanganan kebarakaran hutan dan lahan (karhutla) di beberapa kecamatan.
Melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)-nya, Jumat (11/6), posko dan pos lapangan penanganan kembali didirikan, sekaligus mengaktifkan personel untuk bersiaga akan kerawanan karhutla di wilayah tersebut.
“Penugasan kesiapsiagaan personel terhitung mulai 11 Juni hingga Agustus 2021. Untuk penanganan selanjutnya akan diatur kembali menyesuaikan kecenderungan kondisi dan situasi di lapangan,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Ir M Yusuf, melalui surat resminya ke Camat MHS).
Sementara menurut Camat MHS, Drs Syahrial, pengaktifan personel untuk wilayah pos lapangan 2 berposisi di wilayah Samuda, meliputi tiga Kecamatan Selatan, yakni, MHS, Mentaya Hilir Utara (Bagendang) dan Pulau Hanaut (Bapinang).
“Seiring dengan surat tersebut, tim karhutla dari BPBD Kabupaten mendirikan tenda atau posko siaga di halaman kantor kecamatan dilengkapi satu unit mobil tangki pemadam,” jelas Syahrial.
Untuk kesiapan personelnya, sebagaimana permintaan BPBD Kotim, masing-masing kecamatan menerjunkan 8 orang. Meliputi polsek 1 orang, koramil 1, kecamatan 1, Manggala Agni 2 Masyarakat Peduli Api (MPA) 1 dan BPBD 2 orang.
Untuk diketahui, keberadaan posko karhutla yang tersebar di Kabupaten Kotim, pos komando berpusat di Kantor BPBD dengan personel 10 orang anggota meliputi Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang, Telawang dan Seranau.
Untuk pos lapangan 1 di Ujung Pandaran, Kecamatan Teluk Sampit, dengan 7 personel. Pos lapangan 2 di Samuda, Kecamatan MHS, dengan 8 personel. Pos lapangan 3 di Cempaka Mulia, meliputi Kecamatan Kota Besi, Cempaga dan Cempaga Hulu dengan 6 personel.
Sedang pos lapangan 4 di Parenggean meliputi daerah, Kecamatan Parenggean, Tualan Hulu dan Mentaya Hulu dengan 7 personel. (um/foto: ist)