PELAIHARI, banuapost.co.id– Satuan Tugas Penanggulangan Covid-19 Tanah Laut, terpaksa memanfaatkan lagi Asrama Balai Diklat Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPKSDM) untuk menampung warga Tala yang terpapar virus corona.
Pemanfaatan Balai Diklat BPKSDM sebagai tempat karantina dimulai pada Jumat (23/7) petang, setelah gedung eks RSUD Hadji Boejasin Pelaihari mengalami over kapasitas, yakni ditempati 171 pasien dari 108 kapasitas standar.
Gedung dengan 20 kamar di kawasan Hutan Kota itu, sebelum nya pernah digunakan untuk menampung warga Tala yang menjalani karantina saat awal pandemi corona 2020 lalu. Balai Diklat BPKSDM kemudian ditutup seiring dengan melandainya warga terpapar Covid-19.
Rafiki Effendi membenarkan saat ini Satgas Penanggulangan Covid-19 Tala mengaktifkan kembali Balai Diklat BPKSDM untuk menampung warga Tala yang menjalani karantina.
Menurut Kordinator Fasilitas Pelayanan Khusus Covid-19, langkah ini ditempuh karena terjadi lonjakan warga Tala yang terpapar Covid-19. Meski ada yang sembuh, namun yang masuk lebih banyak lagi.
“Gedung eks RSUD Hadji Boejasin yang dijadikan Fasyansus saat ini sudah overload,” ujar Rafiki.
“Kami sudah membuka lagi Balai Diklat BPKSDM, dan hari ini langsung diisi 16 pasien yang sebagian besar baru masuk hari ini,” lanjut lelaki yang sehari-harinya sebagai Kepala Kesbangpol Tala itu.
Sementara itu berdasarkan data dari Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan Tala, per 23 Juli 2021 jumlah warga Tala yang terpapar Covid-19 bertambah 82 orang.
Kecamatan Pelaihari menjadi penyumbang terbanyak dengan 57 orang, Kurau 6, Takisung 5, Bati Bati dan Kintap masing-masing 4 orang.
Sampai 23 Juli 2021 jumlah warga Tala yang positif terpapar Covid-19 totalnya 4.595 orang. 4005 di antaranya sembuh atau 87 persen. Meninggal dunia 107 orang atau 3 persen. Sedang yang masih menjalani perawatan, baik di RSHB, Fasyansus dan isolasi mandiri 473 orang atau 10 persen. (zkl/foto: ist)