JAKARTA, banuapost.co.id– Bertambah sebanyak 43.479 warga terinfeksi virus corona yang diketahui dari hasil pemeriksaan 262.954 spesimen sepanjang Kamis (29/7). Dengan tambahan itu, Covid-19 di Indonesia totalnya jadi 3.331.206 kasus. 554.484 pasien di antaranya masih dirawat.
Sebagaimana dilansir dari laman covid19.go.id, hari ini kesembuhan tercatat sebanyak 45.494 pasien. Sehingga secara keseluruhan sejak pandemi awal Maret tahun lalu jadi 2.686.170 orang.
Sementara yang meninggal dunia dihari yang sama ini, dilaporkan ada 1.893 pasien. Sehingga kumulasinya menjadi 90.552 kasus. Sedang suspek atau diduga terkait Covid-19, pemerintah masih memantau terhadap 274.157 orang di 510 kabupaten/kota di 34 provinsi.
Sebelumnya, Rabu (28/7), tercatat ada penambahan 47.791 kasus positif virus corona. 43.856 pasien sembuh, dan 1.824 lainnya meninggal dunia.
Berikut sebaran 43.479 kasus baru yang dilaporkan 34 provinsi: Jawa Barat: 7.519, Jawa Timur: 5.506, Jawa Tengah: 4.535, DKI Jakarta: 3.845, Riau: 2.096, DI Yogyakarta: 1.920, Sumatera Utara: 1.588, Kalimantan Timur: 1.540, Banten: 1.464 kasus.
Kemudian: Sulawesi Selatan: 1.359, Sumatera Selatan: 1.278, Bali: 1.119, Sumatera Barat: 1.036, Kalimantan Selatan: 913, Sulawesi Tengah: 804, Nusa Tenggara Timur: 781, Lampung: 687, Bangka Belitung: 595, Sulawesi Utara: 562, Kepulauan Riau: 516 kasus.
Disusul: Kalimantan Utara: 493, Kalimantan Barat: 397, Jambi: 385, Kalimantan Tengah: 379, Bengkulu: 365, Papua Barat: 328, Nusa Tenggara Barat: 326, Papua: 325, Sulawesi Tenggara: 232, Aceh: 231, Maluku Utara: 110, Sulawesi Barat: 99, Gorontalo: 78, Maluku: 68 kasus.

Dengan terus jatuhnya korban akibat paparan Covid-19, masyarakat diminta berandil menekan penyebararanya dengan disiplin menerapkan protokol kesehatan. Seperti memakai masker, selalu mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, membatasi mobilitas dan interaksi.
Imbauan demikian tentunya bukan tanpa alasan. Pasalnya yang menjadi korban semakin banyak. Bahkan tak memandang status maupun usia. Ahli di bidang medis pun banyak yang jadi korban, hingga meninggal dunia. (yb/ilust: ist)