BANJARBARU, banuapost.co.id– Kasus Covid-19 di Kalsel nambah 40 positif baru. Dengan tambahan ini, per Kamis (30/9) totalnya jadi 69.425 orang. 579 pasien di antaranya masih dirawat. Namun uniknya dari tabel Satgas Covid-19 Kalsel atau yang dirilis di web corona.kalselprov.go.id, tertulis 69.468 kasus.
Lebih uniknya lagi, data kasus harian Kabupaten Tanah Laut di hari yang sama ini, justru menghilang. Namun jika dibandingkan se hari sebelumnya, Rabu (29/9), total kasus di Bumi Tuntung Pandang tercatat 8.069. Sementara Kamis (30/9), tertulis 8.112. Artinya ada selisih 43 kasus yang entah tercecer atau memang sengaja tak dicantumkan.
Di hari yang sama ini, sebagaimana data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (TGTP2) Covid-19 Kalsel, ada penambahan 35 pasien sembuh. Sehingga totalnya sejak pandemi awal Maret tahun lalu menjadi 66.530 orang.
Sementara untuk yang meninggal dunia, hari ini dilaporkan bertambah 5 orang. Semua korban berasal dari Banjarmasin. Sehingga totalnya menjadi 2.359 kasus.
Berikut sebaran ke-40 kasus positif baru (Hulu Sungai Selatan (HSS) dan Hulu Sungai Utara (HSU) nihil); Banjarbaru: 10, Balangan: 9, Barito Kuala: 5, Banjarmasin: 4, Kabupaten Banjar, Kotabaru dan Tabalong: masing-masing 3, Tapin, Hulu Sungai Tengah (HST) dan Tanah Bumbu: masing-masing 1 orang.
Sedang sebaran ke-35 pasien sembuh (Kotabaru, Tanah Bumbu, Balangan, Banjarmasin dan Banjarbaru nihil); HSU: 10, Tanah Laut: 8, Kabupaten Banjar: 5, HST: 4, Tabalong: 3, Tapin dan HSS: masing-masing 2, Barito Kuala: 1 orang.
Dengan data tersebut, kini persentase kesembuhan akibati Covid-19 di Kalsel mencapai 95,77 persen, dirawat 0,83 persen dan kematian 3,40 persen.

Masih bertambahnya korban akibat terpapar Covid-19 di Kalsel ini, warga diimbau untuk selalu mematuhi dan memberlakukan protokol kesehatan (prokes) dimanapun dan kapanpun.
Prokes tersebut antara lain, memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, rajin mencuci tangan dengan air mengalir. Imbauan ini tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya virus menyerang tanpa memandang status maupun usia. Ahli dibidang medis pun turut menjadi korban bahkan hingga meninggal dunia. (oie/ilust: ist)