PELAIHARI, banuapost.co.id– Kebakaran yang terjadi di Desa Handil Negara, Kecamatan Kurau, Tanah Laut, nyaris minta korban jiwa. Beuntung Ibu dan anak penghuni rumah naas, diselamatkan warga.
Meski selamat dengan pakaian selembar di badan, dalam musibah itu sedikiitnya 300 kaleng gabah tinggal jadi abu.
Peristiwa kebakaran ini terjadi di RT 2 Desa Handil Negara, Kamis (18/11) dinihari kisaran pukul 01:30 Wita menghanguskan satu buah rumah yang tempati Ny Salabiah (75) dan anaknya, Jumantan (43).
Amuk si jago merah itu, menghanguskan seluruh harta, termasuk 300 kaleng gabah kering (atau setara 3 Ton –1 Kaleng = 20 liter) serta uang tunai Rp 3 juta.
Ibu dan anak itu tidur sekitar pukul 22:00 Wita, setelah keduanya nonton acara di televisi. Kisaran pukul 24:00 Wita Jumantan, terjaga dari tidur dan pergi ke kamar kecil. Setelah itu ia melanjutkan tidur.
Beberapa lama, ia kembali terjaga karena merasa panas. Bangun dari tempat tidur, ia kaget saat melihat api sudah berkobar dengan hebat di bagian dapur rumah.
Jumantan segera membangunkan ibunya. Kemudian ibu dan anak itu berteriak minta tolong sambil bergegas menuju pintu depan.
Akibat asap tebal yang mengurung dalam rumah, keduanya sempat kesulitan menuju pintu depan. Mereka hanya mampu berteriak minta tolong, sementara api sudah mencapai bagian tengah rumah.
Pada saat kritis itu, Ketua RT 2 Desa Handil Negara, Daud, berhasil mendobrak pintu depan dan langsung menggendong Salabiah yang kesulitan berjalan dan membawa kedua ibu dan anak itu menjauh dari kobaran api.
“Saya sebelumnya sempat bangun untuk ke kamar kecil, setelah itu tidur lagi sampai merasakan hawa panas di dalam rumah,” kata Jumantan.
“Saya kaget saat melihat api berkobar di bagian dapur, saya segera membangunkan ibu,” lanjutnya.
Sementara Ny Salabiah, mengaku tidak sempat memikirkan apa-apa, selain berupaya menyelamatkan diri. Sehingga tidak sempat mengambil uang yang ada di dalam tas dekat tempat tidurnya.
“Saat dibangunkan anak, saya tidak sempat memikirkan yang lain. Karena api sudah sangat besar,” ucap Salabiah.
Sementara Daud, mengaku saat kejadian tengah menonton acara televisi. Mendengar ada teriakan, segera bergegas ke luar rumah dan melihat api berkobar di rumah Ny Salabiah.
“Saat keluar rumah, saya mendapatkan api sudah membakar sampai bagian tengah. Saya kemudian mendobrak pintu depan, karena tidak melihat penghuni rumah ada di luar,” ujar Daud saat dimintai keterangannya Kamis (18/11) siang.
“Saat berhasil mendobrak pintu, saya menemukan penghuni rumah tidak jauh dari pintu,” sambung Daud. (zkl/foto: ist)