LOK BAINTAN– Festival Wisata Pasar Terapung Lok Baintan dijanjikan Bupati Banjar, KH Khalilurrahman akan dihelat menjadi even tahunan.
“Jika selama ini pelaksanaannya tidak rutin digelar itu karena keterbatasan anggaran yang dimiliki Pemkab Banjar,” ujar Guru Khalil, sapaan akrab orang nomor satu di Pemkab Banjar itu, usai membuka Festival Wisata Pasar Terapung Lok Baintan di dermaga bawah Jembatan Sungai Pinang, Minggu (2/12) pagi.
Menurut mantan pengasuh Ponpes Darussalam Martapura ini, tiap tahun akan digelarnya festival untuk makin mempromosikan keberadaan pasar purba itu agar lebih dikenal wisatawan mancanegara, serta menjadi even kalender pariwisata nasional.
“Festival Wisata Pasar Terapung Lok Baintan makin membuktikan kultur masyarakat Banjar sudah sangat akrab dengan budaya di sungai. Jadi untuk jual beli dan kegiatan lainnya, sudah sejak dulu banyak dilakukan di sungai,” jelasnya.
Soal pindahnya sejumlah pedagang atau acil-acil pengayuh dayung di Pasar Terapung Lok Baintan yang mencari rezeki di dermaga Siring Tendean Banjarmasin, bupati, tidak mempermasalahkannya.
“Tak masalah orang mencari rezeki ke Banjarmasin. Tapi jangan diakui mereka itu sebagai pedagang Banjarmasin,” katanya.
Sementara Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banjar, Haris Rifani, mengakui sengaja festival tahunan ini dipindahkan tempatnya dari lokasi Pasar Terapung Lok Baintan ke dermaga di bawah Jembatan Sungai Pinang.
“Kami ingin memudahkan masyarakat menyaksikan festival. Selain itu akses jalan juga lebih mudah bagi para pengunjung atau wisatawan untuk menyaksikan,” jelas Haris.
Menurut Haris, peserta festival ternyata cukup banyak. Sebelumnya mengira hanya diikuti sekitar 400 jukung dan kapal. Ternyata yang ikut mencapai 500 jukung dan kapal. (imn/foto: iman)