MANTEWE, banuapost.co.id– Menikmati petualangan susur sungai dengan panorama alam yang eksotik, tidak perlu ke luar pulau Kalimantan atau ke luar negeri. Cukup ke kawasan geopark Goa Liang Bangkai Desa Dukuhrejo, Kecamatan Mantewe, Kabupaten Tanah Bumbu. Pengunjung dapat melihat lukisan alam dari bebatuan yang sangat indah.
Di lokasi yang berjarak kurang lebih 35 kilometer dari kota Batulicin, pengunjung dapat menikmati sensasi river tubing dengan pemandangan yang luar biasa eksotik. Gugusan batu berjajar yang terbentuk alami di sepanjang alur sungai, memiliki karakteristik yang khas dan unik. Benar-benar membuat kagum.
Variasi bentuk gugusan beragam. Misalnya, di beberapa bagian terdapat batu yang yang bentuknya menyerupai gugusan stupa, di bagian lain ada pula batu yang yang berbentuk gugusan patahan dan lempengan. Dalam satu trip river tubing, dapat dilihat belasan ragam gugusan yang sangat variatif menarik. Pemandangan yang membuat takjub ini tidak ditemukan di tempat lain.
Pembentukan sedimentasi yang berbentuk unik ini, kemungkinan besar dipengaruhi karakteristik geografis. Mengingat lokasi ini masih dalam kawasan anak gunung meratus. Di sekitar Kawasan terdapat banyak gunung-gunung batu yang menjulang. Patutlah disebut ini merupakan kawasan geosite.

Jalur trip river tubing masih sangat asri. Disepanjang jalur terdapat pemohonan khas hutan yang rindang. Air sungai bersih dan dingin. Benar -benar memberi senssasi yang menyejukkan. Jika beruntung, pengunjung akan melihat hewan habitat hutan yang seudah mulai langka.
Dalam pengelolaan wahana river tubing, pengunjung dapat memilih jalur yang diinginkan. Jalur extrim atau jalur family.
Jalur exrim memiliki tantangan tersendiri di mana kecuraman sungai dan arus aliran air lebih deras. Di jalur ini sungai juga lebih sempit, sehingga kedalaman debit air lebih tinggi. Untuk trip di jalur ini dibutuhkan waktu 50 – 60 menit hingga ke finis.
Sementara jalur family lebih landai. Jalur ini sangat cocok bangi pengunjung yang tidak memiliki keterampilan berenang. Jalur ini juga relatif aman untuk anak-anak. Waktu tempuh lebih lama 10 hingga 15 menit.
Pengunjung tak perlu risau soal keselamatan di kedua pilihan jalur. Pengelola memiliki standar keselamatan. Pengunjung disiapkan peralatan keselamatan dan mendapat pendampingan selama trip.
Pengunjung juga dapat memilih dua wahana dalam menjalani trip, menggunakan perahu karet atau menggunakan pelampung ban dalam yang dimodifikasi. Kedua wahana ini dapat dinikmati dengan tarif yang relatif terjangkau.
Hayatun Mursyida, salah satu pengunjung asal Kabupaten Tanah Laut, merasa puas dengan wahana river tubing. Ia dan rekan-rekannya sangat menikmati wahana yang baru di kawasan geopark Goa Liang Bangkai ini.
Menurutnya, potensi ini sangat penting dieksplorasi untuk kemajuan kepariwisataan.
“Lelah kami menempuh perjalanan yang jauh terbayarkan. Melakukan susur goa dan sungai di geopark ini sangat menyenangkan. Semua anggota komunitas kami yang berkunjung merasa riang, ” ujar ketua Komunitas Seni dan Sastra Tanggui asal Tanah Laut kepada banuapost.co.id dalam kunjungan, Minggu (51).
Meski demikian, Mursida juga memberi masukan terhadap pengelolaan wahana yang terbilang baru ini. DAS (daerah aliran sungai) yang masih sangat alami menurutnya perlu sentuhan normalisasi. Masih ada beberapa sisa pohon tumbang yang menurutnya berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengunjung.
Riandi Kabayan, pengelola kawasan geopark Goa Liang Bangkai,mengaku banyak melakukan studi pengembangan wahana river tubing. Wahana yang baru akan diresmikan Bupati Tanah Bumbu pertengahan Januari mendatang ini, diakunya masih terus dalam tahap pembenahan. Beberapa fasilitas penunjang sedang direncanakan untuk dibangun.
“Sehingga pengunjung benar-benar dapat menikmati ketika datang ke Goa Liang Bangkai. Saat ini kami juga telah menyiapkan camping ground bagi pengunjung yang ingin berkemah. Ini sangat cocok bagi yang ingin seru-seruan bareng teman -teman sekantor atau seorganisasi,” ujarnya. (muzakkir munzir/foto: bang zak)