PALANGKA RAYA, Banuapost. co.id– Eks aparatur Kaur Desa Bukit Liti, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), pukul warga yang melewati jalan desa yang diportal, Minggu (2/7) malam. Akibat arogansi itu, Tj dilaporkan ke polisi.
Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, pelaku tindak kekerasan dilakukan eks kaur desa yang berlagak jagoan di kampung itu, sehingga seenaknya memportal jalan desa. Pelaku kerap marah dan tak segan-segan memukul warga yang mau melintas dan membuka portalnya, terlebih warga yang dipukul korbannya anak di bawah umur.
Kejadian pemukulan sekitar pukul 22:00 WIB. Korbannya, Bili (15), tengah mengendarai sepeda motor. Jalan desa merupakan jalan untuk umum itu, diportal Tj karena poros jalan berada di depan rumahnya.
Masyarakat sekitar mengetahui peristiwa, menyayangkan sikap main pukul itu. Atas tindak penganiayaan, banyak warga yang diliputi rasa perihatin kepada anak-anaknya yang akan beraktifitas melewati salah satu jalan desa itu.
Keluarga korban yang anaknya teraniaya akibat kekerasan itupun melaporkan kejadian ke Polek Kahayan Tengah.
Ayah korban, Bancai, tidak terima atas perlakuan main pukul tersebut, mereka juga melakukan visum et refertum ke rumah sakit terdekat atas tindakan kekerasan itu.
“Kasus pemukulan ini sudah kami laporkan ke kepolisian setempat. Dan masih dalam proses penanganan,” ujarnya.
Lanjut Bancai menuturkan, kalau kejadian itu katanya, bermula ketika anaknya melewati salah satu jalan desa yang merupakan jalan umum itu diportal pelaku Tj.
“Pemukulan terhadap Bili yang mengendarai sepeda motor, membuka portal atau balok kayu yang dipasang menghalangi jalan desa itu. Pelaku Tj yang melihat pertalnya dibuka, marah-marah dan langsung melakukan pemukulan mengarah kebagian kepala korban,” ujar Bancai.
Sementara, Kristian, warga Kota Palangka Raya yang turut mendampingi ayah korban, mengaku sangat miris atas kejadian pemukulan itu. Karena yang melakukan seorang mantan perangkat kaur desa atau orang terpandang yang mestinya memberi contoh teladan yang baik dan menjaga kebersamaan, kerukunan dalam menjaga kekerabatan dan kekeluargaan, tapi malah sikap emosi serta arogansi yang ditunjukan.
“Kita kecewa atas sikap pesimisnya itu. Sejak kejadian malam tadi (Minggu) mendampingi keluarga korban membuat laporan ke pihak kepolisian setempat. Siang ini kita lanjut pemeriksaan atau visum korban ke Rumah Sakit,” ucap Kristian. (um/foto: ilust).