BANJARBARU, banuapost.co.id– Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kalsel dikaji Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas).
Pengkajian dilakukan mengingat perekonomian di Provinsi
Tertua di Pulau Kalimantan ini masih dipengaruhi sektor pertambangan.
“Jika sektor pertambangan mengalami gejolak kemudian
terjadi penurunan, jangan sampai tidak ada recovery dari sektor lainnya. Maka
kitalah yang mendorong UMKM untuk recovery itu,” jelas Deputi Pengembangan
Sekjen Wantannas, Marsekal Muda Sungkono.
Sungkono mengemukakan hal itu ketika melakukan audiensi
dengan Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, di ruang rapatPM Noor, Kantor
Sertdaprov Kalsel, Senin (18/2).
Karena itulah, menurut Sungkono, kedatangan pihaknya
untuk menghimpun informasi aktual terkait ketahanan nasional bidang
ekonomi UMKM.
“Jadi kami akan melaksanakan kajian, mencari
data-data premier terkait dengan bidang ekonomi, yang lebih spesifik adalah
pengembangan UMKM yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Perekonomian di Kalsel, lanjut Sungkono, 20 persen dipengaruhi
sektor pertambangan, pengaruh tersebut harus dibarengi dengan peningkatan
sektor-sektor lainnya.
Tim Wantannas akan melakukan kunjungan ke UMKM guna
mengetahui kondisi dan strategi pengembangan selama ini hingga 21 Februari
mendatang.
Sementara menurut Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor
mengatakan, UMKM memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi di
daerahnya.
Bahkan saat ini, kata gubernur, Pemprov Kalsel tengah
berupaya menggeser ketergantungan dari sumber daya alam tak terbarukan ke
sumber daya alam terbarukan, seperti pertanian, perternakan, pariwisata dan
yang lainnya.
Gubernur berharap, kehadiran Wantannas dapat memperkuat sinergi antara pusat dan daerah yang selama ini terjalin dengan baik. (syh/foto: hum)
