BANJARMASIN, banuapost.co.id– Menteri Riset dan Teknologi Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengakatan, nilai daya saing Indonesia selalu naik dalam Global Competitiveness Index.
“Jadi jangan
berkecil hati pada pembangunan SDM kita,” ujar menteri dalam forum Diskusi
Publik ‘Pembangunan, Inovasi dan Sumber Daya Lokal’ di ULM, Selasa (5/3).
Menurut Nasir, negara membuka kesempatan luas bagi anak
muda untuk maju. Salah satunya dengan pemberian Beasiswa ‘Bidikmisi’ sebagai
bantuan biaya pendidikan bagi mahasiswa tidak mampu .
“Dengan Beasiswa Bidikmisi seperti ini, semua orang bisa
mendapat kesempatan luas untuk maju. Anda anak petani bisa jadi pemimpin. Saya
pun anak petani, bisa jadi Menteri Kemristekdikti,” kata pria asal Ngawi, Jawa
Timur itu.
Dijelaskan menteri, ada 5.039 anak penerima Beasiswa
‘Bidikmisi’ termasuk dari kawasan tertinggal, terdepan dan terluar.
“Di Kalimantan Selatan ada 109 mahasiswa penerima
Beasiswa ‘Bidikmisi’,” jelasnya.
Pembicara lain dalam diskusi ini, Direktur Informasi dan
Komunikasi Perekonomian dan Maritim Kementerian Komunikasi dan Informatika,
Septriana Tangkary, Kepala Balitbangda Pemprov Kalsel, HM Amin, Akademisi ULM Dr Aminuddin Prahatama Putra.
Menurut Septriana, bukan mimpi Indonesia akan jadi bangsa
besar. “Sesuai visi Presiden Jokowi, Indonesia jadi ibukota digital di Asia,”
katanya.
Dipaparkannya, pemerintah bekerja untuk mewujudkan
pemerataan ekonomi. Termasuk di antaranya dalam pembangunan ICT secara merata.
Untuk itu, di tengah derasnya perkembangan ‘internet of
things’, ia mengajak anak muda menggunakan medsos dengan bijak.
“Gunakan gawai yang kita miliki untuk menghasilkan
konten-konten positif dan mencerahkan,” pesannya.
Sementara Rektor Dr H Sutarto Hadi, mengapresiasi
digelarnya diskusi publik di Universitas Lambung Mangkurat.
“Mahasiswa ULM bisa mereguk ilmu dari para pembicara hebat, dan melangkah menuju masa depan dengan penuh optimisme,” ujarnya. (emy/foto: ist)
