TANJUNG, banuapost.co.id– Setelah sempat viral di media sosial, akhirnya SDN Danau di Desa Hayup, Haruai, lokasi dimana berlangsungnya kegiatan TMMD ke-104 2019 diperbaiki satgasnya, anggota Kodim 1008/Tanjung.
Perintah perbaikan, langsung oleh Dandim 1008/Tanjung,
Letkol Arm Edy Susanto, Selasa (5/3), saat meninjau tempat anak bangsa didik
untuk menimba ilmu.
“Kondisinya memang sangat tidak layak dan sangat
membahayakan. Karena itu saya langsung memerintahkan untuk diperbaiki,”
ujar dandim.
Menurut dandim, perbaikan itu merupakan bentuk kepedulian
TNI kepada dunia pendidikan. Terlebih lagi kondisinya yang sangat
memprihatinkan dan berbahaya bagi siswa yang belajar di dalamnya.
“Mulai sore ini saya minta semuanya sudah harus bergerak
untuk memperbaikinya,” tandasnya.
Tidak hanya sekadar perbaikan, lanjut dandim, juga akan
menambahkan beberapa ornamen dan perlengkapan kelas lainnya.
“Kita berharap sebelum penutup TMMD, 27 Maret mendatang, kelas tersebut sudah selesai rehabnya,”
katanya.
Tak ditampik Letkol Edy, perbaikan SDN Danau ini juga
menjadi sasaran tambahan dalam program TMMD, dengan dana yang di ambil dari
dukungan anggaran program komando TNI dan dana swakelola dari pemerintah
Kabupaten Tabalong.
Sementara Plt Kepala SDN Danau, Heniyarti, mengaku sangat
senang dan terharu atas kepedulian Satgas TMMD yang sudah mempunyai niat tulus
untuk memperbaiki kondisi ruang kelas di sekolahnya.
“Saya bersyukur para pelajar ke depannya tidak lagi
merasa was was selama belajar. Saya tidak bisa berkata apa-apa lagi Mas. Sekali
lagi saya ucapkan terimakasih banyak kepada Bapak Bapak TNI,” ucapnya haru.
Hal senada juga disampaikan Suwito, Kades Hayup. Sebab kalau
mengharapkan pemda, akan memerlukan proses yang cukup panjang.
Terlebih lagi kondisi sekolah yang semakin bertambah
parah dan sangat mengganggu proses belajar murid. Karena itu, rehab harus sesegera mungkin dilakukan.
“Sekali lagi kami tidak bisa berkata apa apa, kecuali
mengucapkan terima kasih yang tak terhingga,” pungkasnya.
SDN Danau sudah mengalami kerusakan sekitar satu tahun yang lalu. Awalnya yang rusak plafon, hingga akhirnya merobohkan sebagian atap ruang kelas 6. (her/foto: herry)
