BANJARMASIN– Sekdaprov Kalsel, Drs Abdul Haris, tak menampik peran perguruan tinggi baik negeri maupun swasta sangat penting. Karena dari lembaga inilah, lahir inovator-inovator dan tenaga profesional yang mencerminkan kualitas SDM daerah.
Pernyataan itu dikemukakan sekda pada Rakor Peningkatan Kualitas Kinerja Bidang Pendidikan di Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI, Senin (10/9).
Rakor dengan tema peranan Perguruan Tinggi di Kalsel dalam menunjang terwujudnya Kalsel Mapan dan Mandiri, diikuti para peserta dari perguruan tinggi negeri dan swasta se Kalsel.
Karena begitu berperannya perguruan tinggi untuk dapat meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi, menurut sekda, maka perlu untuk duduk bersama, berbagi informasi, memetakan dan mengidentifikasi permasalahan, serta mencari solusi yang efektif untuk menanganinya.
“Kami sangat menyadari, permasalahan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi merupakan tanggungjawab kita bersama,” tegas sekda.
Untuk itu, lanjut sekda, melalui pertemuan ini, diharapkan dapat proaktif dalam berbagi informasi dan permasalahan yang dihadapi, sekaligus menyamakan persepsi terkait peran masing-masing pihak dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
“Mari kita dukung seluruh kegiatan yang dilakukan, terkait upaya percepatan pembangunan pendidikan di Kalsel,” ajak sekda.
Sementara Kabiro Kesra Kalsel, Hj Ina Yuliani, mengatakan, rakor sebagai sarana evaluasi kepada perguruan tinggi yang telah menerima hibah.
“Dengan rakor ini pemprov bisa mengeevaluasi bantuan hibah yang telah diberikan kepada perguruan tinggi, apakah akreditasinya meningkat atau belum. Selain itu bukan hanya sarana prasarana yang kita dorong, tetapi juga peningkatan kualitas SDM, yakni dosen,” jelasnya.
Seperti diketahui, Pemprov Kalsel dalam 2018 ini memberikan hibah Rp 9 miliar untuk memajukan dunia pendidikan, terutama 9 pendidikan tinggi baik negeri maupun swasta yang berbentuk yayasan. (fah/foto: hum)