BANJARMASIN– Program pengelolaan hutan dan lingkungan hidup di Kalsel, menarik perhatian belasan ilmuwan dari berbagai negara dengan disipilin ilmunya masing-masing untuk diterapkan dalam melestarikan lingkungan hidup dunia.
Ini terbukti dengan hadirnya perwakilan 18 negara mengikuti konferensi internasional yang digelar Global Iluminators, Universitas Achmad Yani Banjarmasin dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.
Bertempat di salah satu hotel di Banjarmasin, Sabtu (27/10), Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor, yang hadir membuka 2nd Internastional Conference on Interdisciplinary Academic Research and Innovation (IARI) 2018 mengungkapkan rasa bangganya. Selain hutan Kalsel jadi bahan riset, juga menjadi penyelenggara kegiatan yang berlevel internasional.
“Membanggakan sekali Kalsel bisa menjadi penyelenggara seminar internasional yang berkaitan dengan hutan, lingkungan hidup dan keilmuan lainnya,” ujar Paman Birin, sapaan akrabnya.
Seminar internasional diselenggarakan agar berbagai program Pemprov Kalsel demi lingkungan hidup, seperti Revolusi Hijau, pembuatan miniatur hutan hujan tropis, didukung riset dan inovasi dari perguruan tinggi.
“Kami dari Universitas Achmad Yani Banjarmasin mendukung penuh gerakan gubernur yang peduli dengan keberlangsungan lingkungan hidup di Kalsel,” ujar Rektor Universitas Ahmad Yani Banjarmasin, Dr Ir Hastitullah Fitrah.
Sementara menurut Muhammad, salah satu peserta dari Negara Libia yang juga dosen salah satu Perguruan Tinggi di Surabaya, kegiatan ini merupakan ajang sharing berbagai disiplin ilmu antar negara untuk mendapatkan solusi pada setiap permasalahan, terutamanya bagi mereka yang sedang melakukan penelitian.
Isu ekoturisme saat ini juga tengah giat dikembangkan Pemprov Kalsel. Karena pariwisatanya yang masuk dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DPN), mengutamakan aspek pemberdayaan sosial budaya dan ekonomi masyarakat lokal serta aspek pendidikan. (tim/foto: hum)