BANJARMASIN– Sungai Martapura kembali dipenuhi sampah rumah tangga, batang pohon juga bambu bercampur ilung alias enceng gondok. Parahnya, tumpukan ini menyangkut di tiang dua jembatan di Kota Banjarmasin, Selasa (11/12).
Akibat tumpukaan sampah yang menutupi permukaan air di bawah Jembatan Pasar Lama dan Pangeran Antasari, moda transportasi air yang biasa lalu lalang, seperti jukung dan kelotok, tidak bisa melintas.
Bahkan tidak sedikit yang terkurung di antara dua jembatan itu. Salah satunya, Salasiah, yang bersama seorang temannya menggunakan jukung bermesin.
Salasiah terpaksa menambatkan jukungnya di bawah Jembatan Pasar Lama. “Ini sudah sekitar tiga jam di sini. Kada (tidak,Red.) bisa lewat,” kata perempuan setengah baya yang berjilbab ini.
Salasiah mengaku sudah sejak subuh berangkat dari rumahnya di Lok Baintan, Kabupaten Banjar, menuju Pasar Lima, Banjarmasin.
Saat berangkat, ia masih bisa melintas di bawah Jembatan Pasar Lama, meski susah payah menembus tumpukan sampah. Namun, saat hendak melintas di bawah Jembatan Pangeran Antasari, jukungnya sama sekali tidak bisa melintas.
Setelah menunggu, akhirnya ia memutuskan pulang ke Lok Baintan. Namun di Jembatan Pasar Lama, tumpukan sampah semakin banyak dan padat. Akibatnya, jukung kecilnya tidak bisa melintas.
Salasiah pun menunda meneruskan perjalanan dan memilih menambatkan jukungnya di bawah jembatan. Tumpukan sampah yang memenuhi Sungai Martapura, selalu berulang setiap tahunnya.
Bahkan begitu padatnya tumpukan sampah ini, membuatnya bisa dipijak layaknya daratan. (emy/foto: deny yunus)