BANJARMASIN– Setelah penanaman 823 batang bambu di Taman Hutan Raya (Tahura) Sultan Adam, Kabupaten Banjar, Pemprov Kalsel kembali menanam 400 pohon sejenis di Miniatur Hutan Hujan Tropis, Komplek Perkantoran Setdaprov di Banjarbaru, Jumat (11/1).
Menurut Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, memimpin langsung penanaman, dengan Revolusi Hijau terbukti dapat mengurangi lahan kritis dan meningkatkan indeks kualitas lingkungan hidup.
“Penanaman ini pun, termasuk upaya pengembangan budaya bambu yang dapat menggerakkan kesejahteraan masyarakat, selain jenis pohon lainnya yang telah lebih dulu dibudidayakan,” jelas Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel itu.
Bahkan penanaman yang terus dilakukan, lanjut gubernur, mempu mengatasi lahan kritis, hingga berkurang cukup signifikan. Dari 640 ribu hektar, kini tersisa 511 ribu hektar.
“Kondisi ini juga menigkatkan indeks kualitas lingkungan hidup daerah, dari urutan 26 naik keurutan 19,” tandasnya.
Pohon bambu ini pengendali perubahan iklim, baik untuk rehabilitasi lahan terdegradasi, mampu menyerap dan menyimpan karbon.
“Pohon bambu ini juga berpotensi untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, karena bambu dapat diolah menjadi berbagai macam produk” katanya.
Paman Birin yang baru–baru ini mendapatkan penghargaan dari LKBN Antara karena dinilai berhasil dalam melestarikan alam dan lingkungan melalui Gerakan Revolusi Hijau.
Khusus untuk gerakan ini, gubernur mengaku tidak ada keinginan untuk mengejar penghargaan. Namun tulus memperbaiki lingkungan dan kondisi alam di banua yang cukup parah kerusakannya.
Sementara Kadishut Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan, pada 2018 Kalsel telah menanam pada 29. 800 hektar lahan. Sedang di 2019 akan tertanami sebanyak 46 ribu hektar.
“Di lahan tersebut tak hanya bambu, tapi juga pohon meranti” jelas Hanif didampingi Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kalsel, Ikhlas.
Bibit bambu yag ditanam terdiri 22 jenis, didapat dari lembaga penelitian Jogja. Sementara 14 lainnya, bibit lokal. Selain kawasan Tahura Sultan Adam akan menjadi Arboretum Bambu, Dishut Kalsel juga mendorong pengembangannya di Desa Lumpangi, HSS, sebagai desa 1.000 bambu (dev/foto: hum)
