BANJARMASIN, banuapost.co.id– Pembangunan Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula terus bergulir. Proyek transportasi massal yang menghubungkan Kota Banjarmasin, Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut, sudah tahap pembangunan halte di dua koridor.
Dalam pembangunan halte untuk BRT Banjarbakula ini, Dinas
Perhubungan Kalsel melibatkan pihak ketiga. Termasuk sejumlah perusahaan
daerah, salah satunya PT Ambapers, pengelola alur Ambang Barito.
“Selain kontribusi channel fee alur Ambang Barito
yang terus meningkat dari tahun ke tahun, kali ini melalui program CSR kami
turut serta dalam pengembangan transportasi di Kalsel dengan pembangunan Halte
BRT, ” kata Dirut PT Ambapers, Syaiful Adhar, di sela gowes rutin, Jumat
(15/2) pagi.
Keterlibatan pengelola tol sungai satu-satunya di
Indonesia ini, karena menilai sudah saatnya kota-kota di Kalsel terhubung
dengan transportasi massal yang nyaman untuk masyarakat.
Karena itu perusahaan ini, sangat mendukung salah satu
program Pemprov Kalsel di masa kepemimpinan Gubernur H Sahbirin Noor atau yang
akrab disapa Paman Birin.
“Sesuai slogan Paman Birin, Berjuang Gelorakan
Rakyat atau Bergerak, kami sangat mendukung upaya Pemprov Kalsel dalam
pembangunan di daerah. Kami berterimakasih dilibatkan dalam program ini,”
kata mantan Aktivis 1998 ini.
CSR untuk halte BRT ini diserahkan Syaiful Adhar kepada
Kabid LLJ Dishub Kalsel, Gt Nur’aina, disaksikan Kadishub Rusdiansyah.
Menurut Rusdiansyah, untuk tahap awal akan dibangun dua
koridor dari enam yang direncanakan. Koridor satu, dari Tugu Nol Kilometer Banjarmasin
sampai Kota Banjarbaru. Sedang koridor dua, dari Terminal Gambut Barakat Jl A Yani KM 17, Banjarbaru sampai Kota
Martapura.
“Untuk kedua koridor dibangun 100 titik halte. Termasuk 36 titik untuk koridor satu,” jelasnya. (emy/foto: deny yunus)
