PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Ny Titi Wati (35), ibu rumah tangga warga Jl G Obos 25, Palangka Raya, yang semula memiliki bobot 220 kg, akhirnya mulai berkurang pasca sebulan operasi.
Ibu dari seorang putri yang menderita obesitas ekstrem itu,
kini memiliki bobot 211 kg setelah dilakukan penimbangan oleh tim medis RSUD dr
Doris Sylvanus Palangka Raya, Jumat (15/2) siang.
Seperti yang sudah-sudah, untuk menangani wanita terberat
se Pulau Kalimantan, bahkan se Indonesia, tim medis masih memerlukan bantuan puluhan
relawan Tagana Kalteng.
Penimbangan pun juga tidak mudah. Selain harus menyiapkan
peralatan tandu kayu yang khusus dibuat, timbanganya pun terpaksa harus
meminjam.
Timbangan yang digunakan yakni timbangan duduk untuk
menimbang beras atau barang lainnya, yang memang pihak rumah sakit tidak memilikinya.
Penimbangan ini tak jauh berbeda saat Ny Titi Wati berada
di rumah sakit sebelum dilakukan operasi pengecilan lambung, medio Januari
lalu.
Menurut Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus, dr
Theodorus SA, meski bobot Ny Wati sudah turun tim medis tetap memberlakukanya
diet dengan cara tetap mengatur pola makannya.
“Kondisinya secara keseluruhan baik. Sejak operasi 15
Januari lalu, kita sepekat untuk melakukan penimbangan,” ujar Theodorus.
Sementara sebelum dilakukan penimbangan, Ny Titi Wati
mengaku sempat tegang, hingga beberapa kali berpindah-pindah posisi di atas
ranjang.
Namun setelah dilakukan penimbangan dan mengetahui ada
penurunan pada bobot badannya, Ny Titi Wati mengaku senang dan lega.
“Alhamdulillah, kata dokter jangan patah semangat meski turunnya hanya sembilan kilo. Mohon doanya ya,” ujar Ny Wati. (yb/din/foto: dinda)
