BANJARBARU, banuapost.co.id– Setelah ribuan hektare lahan tidur dibuka untuk pertanian pada peringatan HPS, tahun lalu, program lanjutan Pemprov Kalsel di 2019 ini, yakni pengelolaan lahan rawa dengan program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).
Tidak tanggung-tanggung, dikegiatan ini akan dilakukan pengembangan
lahan seluas 250.000 hektare, tersebar di Kabupaten Banjar, Barito Kuala, Tala,
Tapin, HSS dan HSU.
Bahkan di 2019 ini, menurut Sekdaprov Kalsel, H Abdul
Haris, terus dillaksanakan optimalisasi reproduksi melalui Upsus Siwab (Upaya
Khusus Sapi Indukan Wajib Bunting) yang merupakan program nasional dalam upaya
peningkatan daging dengan target nasional sebanyak 4 juta akseptor.
Untuk Prov Kalsel ditargetkan akseptor sebanyak 27.000
ekor. Sementara realisasi IB (Inseminasi Buatan), sebanyak 34.271 ekor atau mencapai
132,2 persen.
“Adapun target 18.740 ekor kabupaten/kota, telah lahir
pedet sebanyak 18.998 ekor atau setara 100,84 persen,” jelas sekda dalam Musyawarah
Rencana Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Provinsi Kalsel 2019, akhir pekan
tadi.
Sedang di sektor perkebunan, khususnya dalam hal
peningkatan mutu Bahan Olah Karet Rakyat (Bokar), lanjut sekda, dilakukan
melalui penguatan kelembagaan UPPB.
“Karena itu saya berharap, hasil perencanaan pembangunan
pertanian yang disusun pada musrenbangtan, dapat mengatasi permasalahan
pembangunan pertanian, sekaligus mendorong berkembangnya sektor pertanian ke arah
yang lebih maju,” imbuhnya.
Sementara Kadis Ketahanan Pangan Kalsel, Dr Ir H Suparno,
selaku Ketua panitia penyelenggara mengatakan, Musrembangtan Kalsel 2019
dihadiri ratusan peserta yang datang dari berbagai daerah di Kalsel.
Hasil musrembangtan ini, menurut Suparno, akan dibawa ke
Musrembangtan Nasional di Kementerian Pertanian.
”Ya Alhamdulillah, kita dapat kembali melaksanakan
Musrembangtan Kalsel Tahun 2019. Selanjutnya, hasil musrembangtan ini akan
dibawa ke Musrembangtan Nasional di Kementerian Pertanian,” tandasnya.
Musrembangtan Prov Kalsel 2019 mengangkat tema, Memacu Daya Saing Perekonomian Didukung Sumber Daya Manusia Berkualitas.(rny/foto: hum)
