PELAIHARI, banuapost.co.id– Malang tak dapat ditolak, mujur tak dapat diraih. Itulah ungkapan yang pas untuk keluarga Wiyono. warga Desa Sido Makmur, Pulau Pinang Utara, Kecamatan Binuang.
Rencananya akan menghadiri pernikahan kerabatnya di Desa
Pandan Sari, Kecamatan Kintap. Namun belum sampai tujuan, mereka mengalami kecelakaan
lalulintas di Desa Jilatan, Kecamatan Jorong, Minggu (3/3) siang sekitar pukul
12:00 Wita.
Menurut kerabatnya, sebelum menghantam ranger, mobil yang
dikemudikan Katim sempat zig-zag setelah menyalib mobil lain.
Akhirnya Avanza yang dikemudikan Katim menghantam bagian
depan ranger. Anak kedua Wiyono, Husna, yang baru berusia 1,4 tahun,
menghembuskan nafas terakhir.
Sedang Wiyono, mengalami luka serius di bagian wajah.
Sementara anak pertamanya, Kholis, diduga mengalami gegar otak.
Kondisi seperti ini membuat Ny Munawaroh, istri Wiyono,
makin terpukul. Wanita yang bajunya masih ternoda darah, tampak terus menangis
saat menunggu jasad anaknya di ruang jenazah RSUD Hadji Boejasin Pelaihari.
Munawaroh mengaku tidak tahu persis kejadian yang
mengakibatkan mobil yang dikemudikan kerabatnya, Katim bertabrakan dengan mobil
lain. Karena saat itu dia tengah tertidur.
Kasus kecelakaan lalulintas yang merenggut korban jiwa, i sudah ditangani jajaran Satlantas Polres Tala. (zkl/foto: zul yunus)
