TANGERANG, banuapost.co.id–
Meninjau pabrik sepatu milik PT KMK Global Sport di kawasan Cikupa, Tangerang,
Banten, Selasa (30/1) siang, Presiden Joko Widodo makan siang bersama pekerja
pabrik.
Tiba di pabrik sekitar pukul 11:00 WIB, presiden didampingi
Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto,
dan Menteri Ketenagakerjaan, Hanif Dhakiri.
Kepala Negara sempat berkeliling pabrik dan juga menyapa
para pekerja yang sedang beraktivitas. Melihat kedatangan presiden, para pekerja menyambutnya dengan antusias.
Beberapa di antaranya menghampiri untuk bersalaman dan berswafoto.
Usai meninjau pabrik selama satu jam, presiden kemudian menuju kantin PT KMK untuk bersantap siang
bersama para pekerja.
Presiden duduk bersama puluhan buruh di sebuah meja makan
panjang. Menu yang disantap pun sama dengan yang disantap para pekerja, yakni
nasi putih, sayur sop, tempe goreng, telur rebus, dan buah salak.
“Makan siang tadi kan ada tempe, telur, sayur. Ya
saya kira secara gizi dan nutrisi untuk saya, sudah sangat bagus,” ujar presiden
kepada para jurnalis seusai santap siang.
Kepada para jurnalis, presiden mengaku banyak berdialog
dengan para pekerja selama peninjauan, antara lain mengenai sudah berapa lama
para pekerja tersebut bekerja di pabrik, termasuk mengenai kesejahteraannya. Dari
obrolan tersebut, beberapa pekerja mengaku sudah lama bekerja di pabrik, antara
15 sampai 23 tahun.
“Artinya menurut saya, atmosfer lingkungan yang ada
di PT KMK ini saya kira memberikan sebuah atmosfer yang baik, lingkungan yang
baik pada karyawan. Ada kliniknya, saya kira sangat bagus,” katanya.
Menurut presiden, hal yang paling penting untuk dilakukan
adalah meningkatkan produktivitas lewat peningkatan kemampuan para pekerja.
Karena produktivitas para pekerja itu berpengaruh terhadap produksi pabrik.
“Yang paling penting kita ini meningkatkan
produktivitas lewat reskilling, upskilling, sehingga kalau sudah produktif,
perusahaan menggaji lebih tinggi itu mampu. Karena produktivitas itu juga
menyangkut produksi berapa yang dihasilkan. Kalau dihasilkannya naik, saya kira
gajinya dinaikkan tidak masalah,” tandasnya.
Di penghujung keterangannya, presiden erharap perayaan
hari Buruh atau May Day yang jatuh pada 1 Mei, bisa berjalan dengan baik, penuh
kegembiraan, dan kondusif. (yb/din/foto:
muchlis jr)
