RIAM KANAN. Banuapost.net
– Panorama alam di Kalsel, terutama di Kabupaten Banjar, seakan tidak pernah habis
untuk dieksplore. Salah satu yang menjadi daya tarik wisatawan, keasrian serta
keindahannya.
Kali ini yang menjadi destinasi, Mandin Panyaluhan. Tempat
yang satu ini seakan belum tersentuh, karena masih begitu bersih dengan alam yang
terjaga kelestariannya. Wisata yang satu ini berlokasi di Desa Pa’au, Kecamatan
Aranio, Kabupaten Banjar.
Untuk menuju Mandin Panyaluhan diperkirakan sekitar 5 jam
berjalan kaki dari Desa Pa’au. Bahkan untuk menuju Desa Pa’au, menempuh jarak
sekita 36 kilometer dari Ibukota Kabupaten Banjar, Martapura.
“Sebelum ke Desa Pa’au, kita menuju ke Desa Tiwingan Lama
menggunakan kendaraan roda dua dengan waktu tempuh satu jam,” ujar M Satria
Effendy, salah seorang anggota Orpala X-Pas Borneo, Senin (8/7).
Sebelum sampai ke Mandin Panyaluhan, lanjut Satria, ada
beberapa spot bagus yang bisa dilihat. Salah satunya, Jembatan Batu Balian yang
di bawahnya terdapat aliran Sungai Tuyub dengan arum jeramnya cukup deras.
Sementara Ketua Umum Orpala X-Pas Borneo, Rajuddin,
mewanti-wanti bagi yang datang kesana agar tetap berkewajiban menjaga dan
menghormati kelestarian lingkungan yang ada di sana, karena masih sangat alami.
“Yang pasti jaman sekarang, sudah banyak oknum/pendaki
abal-abal yang tidak bertanggung jawab. Karena itu, siapapun mereka harus bisa
menjaga lingkungan,” ujarnya mengingatkan.
Selain bertujuan untuk mengeksplore, Orpala X-Pas Borneo
juga bekerjasama dengan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Pa’au mengajarkan
betapa pentingnya akan menjaga serta merawat alam agar tetap asri dan bersih. Sehingga
bisa dinikmati setiap keindahannya.
Sedang Sekretaris Desa (Sekdes) Pa’au, Aspiani Alpawi,
berharap potensi wisata alam yang dimiliki menjadi perhatian pemerintah.
“Ya dengan membantu dan memberikan fasilitas agar
mempermudah akses wisatawan untuk berkunjung ke Desa Pa’au,” imbuhnya. (ris/foto: udnxpas)
