PALANGKA RAYA, banuapost.co.id–
Organisasi Pencinta Alam (Orpala) Muller Batara Club (MBC) asal Muara Teweh,
melakukan penanaman pohon serta kegiatan
perang sampah di Bukit Tangkiling, Ahad (7/7). Kegiatan diikuti mapala, pramuka
dan komunitas penggiat alam. Bahkan ada dari Kota Malang.
Dengan program TOT (Tracking
on Tangkiling) Orpala MBC, bukan
hanya melakukan kegiatan lintas alam, namun bertujuan menjaga ekosistem dan
kelestarian alam menjadi utama kegiatan.
Bahkan perang sampah dan penanaman pohon, didukung Balai
Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Kalteng, Heriyanto, yang
disampaikan dalam seminar tentang informasi dalam menjaga lingkungan.
“Dikegiatan TOT sendiri kita harapkan terus berlanjut
dan melibatkan pihak BKSDA, agar kami bisa terus memberikan informasi tentang
pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan,” ujar Heriyanto.
Sebab tujuan kegiatan TOT sendiri, lanjut Heriyanto,
hendaknya bukan hanya bisa mengenal tentang berkegiatan dialam bebas, mengenal
medan, kebersamaan antar pecinta alam. Namun mampu menumbuhkan rasa kepedulian
serta kesadaran terhadap alam.
Kepada banuapost.co.id,
Yusman selaku Ketua Pelaksana dari
Orpala MBC mengatakan, kegiatan perang sampah dan penanaman pohon sudah sering dilakukan bersama dengan pecinta
alam lainnya.
|Namun untuk menyadarkan agar sadar betapa pentingnya
menjaga lingkungan dan kelestarian alam, harus ditumbuhkan dari diri sendiri,”
ujarnya.
Bukit Tangkiling merupakan tempat yang ditetapkan sebagai
wisata alam unggulan Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Objek wisata ini berjarak
34 kilometer dari pusat Kota Palangka Raya. Selain terdapat beberapa jenis
satwa, di tempat itu juga dijadikan wisata religi, dan kegiatan outbound.
Objek wisata yang meiliki luas 533 hektare ini, dikelola Balai
Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng. Bukit Tangkiling sendiri banyak
dikelilingi batu-batu besar serta pepohonan dan memperlihatkan pemandangan Kota
Palangka Raya. (ris/foto: yus)
