PELANGKA RAYA, banuapost.co.id–
Setelah hampir dua bulan lebih kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di
Palangka Raya, terindikasi lahannya akan dibangun perumahan.
Soal indikasi akan dibangun perumahan itu, dikemukakan
Kapolresta Palangka Raya, AKBP Timbul R Siregar, kepada awak media, Jumat
(16/8).
“Setelah aparat kepolisian melakukan penyelidikan, 80
persen lahan yang terbakar mendekati perumahan penduduk,” tandas AKBP Timbul R
Siregar.
Karena itu untuk pengusutan kasusnya, lanjut kapolres, petugas
sudah memasang garis polisi di 61 lokasi lahan yang semuanya hampir mendekati perumahan
penduduk.
Banyaknya titik api, menurut AKBP Timbul R Siregar, merupakan
rembetan dari kebakaran lahan sebelumnya akibat sulitnya dipadamkan, karena di
lahan gambut dengan kedalaman mencapai satu hingga 2 meter.
“Khusus untuk lahan yang terbakar mendekati perumahan,
kami terus melakukan pemeriksaan karena menduga ada unsur kesengajaan,” ujar AKBP
Timbul.
Dugaan ini sangat beralasan. Karena begitu lahan terbakar,
ada warga yang membangun pondok sebagai persiapan membangun perumahan.
“Karena itu selain dilakukan police line, juga pemanggilan terhadap pemilik lahan untuk
memperjelas indentitas pemiliknya,” imbuh kapolres.
Ditegaskan AKBP Timbul, polisi akan mengusut tuntas kasus
karhutla ini, mengingat dampaknya sangat besar dan membuat warga terganggu akibat
kabut asap berkepanjangan. (yb/din/foto:
ist)
