BANJARMASIN, banuapost.co.id–
KM Rejeki Utama yang membawa enam korban KM Pieces yang tenggelam di Perairan
Matasiri, Kotabaru, tiba di Pekalongan, Jawa Tengah, Minggu (4/8).
Dari enam korban, empat di antaranya sudah dalam kondisi
meninggal dunia. Mereka, Sartani (64),
Sunoto (54) dan Mulyono. Sementara
satu lainnya, belum teridentifikasi.
Sedang dua korban selamat, yakni Muhammad Samlawi, siswa
magang SMK 1 Bulakamba dan Bambang Subagyo, ABK asal Jakarta.
Untuk korban selamat, langsung dievakuasi ke RSUD Bendan,
Pekalongan. Sedang korban meninggal, diserahkan ke keluarga masing-masing.
Sementara Tim SAR gabungan dari Kantor Pencarian dan
Pertolongan Banjarmasin, Lanal , Polair Polda Kalsel, KSOP Banjarmasin dan
unsur terkait lainnya, masih melakukan upaya pencarian terhadap 30 korban
hilang.
“Memasuki hari ke-5 pencarian, kami masih berusaha
mencari keberadaan 30 nelayan yang hilang sejak Rabu (31/7),” kata SAR
Mission Coordinator (SMC) Kantor
Pencarian dan Pertolongan Banjarmasin, Endrow.
Menurut Endrow, pencarian di hari kelima, pada pukul 08:00
Wita, kapal pemantauan hotspot milik Ditpolair Polda Kalsel, menyisir Muara
Barito sampai ke Tabuneo.
Pukul 09.00 Wita, Kapal Patroli 363 KSOP Banjarmasin
berawak 15 orang, menyisir Tabuneo sampai ke Pantai Batakan. Pencarian juga
dilakukan KN 407 dari Muara Tabuneo sampai ke Tanjung Selatan.
Selain penyisiran, juga disebarkan informasi kepada
nelayan-nelayan di sekitar lokasi pencarian dan ke kapal-kapal yang melintas.
“Namun hingga hari ini pukul 18:00 Wita, hasil pencarian
masih nihil. Pencarian akan kembali dilanjutkan esok hari,” kata Endrow
Rencana esok hari, Senin (5/8), sambung Endrow, Basarnas
beserta unsur potensi SAR akan melakukan pencarian di area yang telah
ditentukan.
“Di antaranya dari Tanjung Selatan, Tabuneo sampai dengan
60 NM arah selatan Muara Tabuneo,” jelasnya. (emy/foto: ist)
