BANJARMASIN, banuapost.co.id–
Destinasi Pariwisata se Kalsel dalam rangka pengembangan sektor kepariwisataan
dan menyambut Visit Kalsel Year 2020, di rapat koordinasikan di sebuah hotel di
kawasan Jl A Yani, Selasa (13/8).
Sedikitnya 200 peserta dari berbagai Instansi terkait kepariwisataan,
hadir dalam rapat bersama Menteri Pariwisata, Arif Yahya.
Menpar mengaku mendukung agar Geopark Pegunungan Meratus
menjadi bagian Unesco Global Geopark. Itu karena keindahan alamnya mempunyai
nilai jual di pasar internasional sebagai destinasi ekowisata dunia.
“Kalsel yang lebih menjual adalah Pegunungan
Meratus. Karena itu, statusnya kita bantu agar menjadi internasional atau
global geopark. Setiap daerah harus punya ikon yang diunggulkan, seperti
Sumatera Utara dengan Danau Toba, Jawa Tengah dan Yogyakarta dengan
Borobudur,” jelas Arief Yahya.
Dengan menjadi taman bumi dunia (global geopark), lanjut
menteri, maka otomatis akan banyak wisatawan mancanegara datang mengunjungi
Kalsel.
Industri pariwisata merupakan industri ramah lingkungan.
Sektor ini dinilai dapat menjadi pengganti sumber pendapatan daerah dan ekonomi
masyarakat, setelah kayu dan tambang yang bakal habis.
“Pelestarian Pegunungan Meratus diyakini dapat mensejahterakan
masyarakat melalui sektor pariwisata,” tandasnya.
Konsep geopark merupakan pengembangan kawasan wisata yang
memberi pengaruh terhadap konservasi, edukasi dan kesejahteraan masyarakat.
Geopark Pegunungan Meratus memiliki 67 geosite yang
tersebar di hampir seluruh wilayah Kalsel. Di Indonesia ada enam geopark yang
sudah diakui Unesco sebagai taman dunia.
Makin
berkembang
Sebelumnya, Wakil Gubernur Kalsel, H Rudy Resnawan, dalam
sambutannya mengatakan, berkat komitmen yang kuat serta didukung sinergi lintas
sektoral yang baik, sekarang sudah bisa melihat hasilnya.
“Misalnya Kawasan Tahura, Riam Kanan hingga wisata alam
dan budaya di Loksado, HSS, serta beberapa daerah Lainnya, kini semakin
berkembang,” ujar Rudy.
Dengan ditetapkannya Pegunungan Meratus sebagai Geopark Nasional,
sambung wagub, diharapkan akan mendukung perwujudan ecotourism dan community
tourism, yang menggambarkan keunikan budaya dan alam yang ada di Kalsel.
“Diharapkan dengan merk jual The Legend of Borneo, dapat memudahkan upaya pemasaran terpadu
untuk kepentingan kepariwisataan daerah,” imbuh Rudy. (rah/foto: ist)
