MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Pemkab Barut bersama instansi terkait melaksanakan rapat koordinasi (rakor)
pusat pengendalian operasi (pusdalops) karhutla, Jumat (27/9).
Rakor dilaksanakan guna melihat sejauh mana
penanggulangan dan penanganan karhuta di wilayah kabupaten tersebut melalui BPBD
dan tim gabungan.
Rapat dipimpin Sekdakab H Jainal Abidin didampingi Dandim
1013/Muara Teweh, Letkol Inf Yusan
Riawan, dihadiri kepala perangkat daerah, Camat se Kabupaten Barut.
Menurut sekda, satgas yang dibentuk bertujuan agar dalam
penanganan karhutla, khususnya di wilayah Barito Utara, dilakukan secara
terpadu lintas sektor.
Sementara Kepala BPBD Barito Utara, H Gazali Montalatua,
menyebutkan, upaya pencegahan lebih baik dari pada penanganan.
Secara teknis, semua upaya penanganan Karhutla sudah baik,
terorganisir lintas sector. Sehingga dilakukan dengan sangat maksimal saat
terjadi karhutla.
Sedang Dandim 1013/Muara Teweh, Letkol Inf Yusan Riawan
menjelaskan, lahan yang ada di wilayah desa Kamawen, sebetulnya tidak terbakar.
Namun ada yang membakar.
Indikasinya, ada terlihat tanda-tanda di kanan dan kiri
jalan, sudah ada terlihat tanaman sawit.
Kemudian di sebelahnya, ada patok-patok panah yang menunjukan tu batas.
“Jadi harapan kami kalau memang bisa, kepala desa mengusulkan
ke Dinas Pertanian untuk mengurangi membuka lahan dengan cara membakar,” kata dandim.
(arh/foto: ist)
