MUARA TEWEH, banuapost.co.id–
Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan
Perlindungan Anak Barito Utara (Disdalduk KB dan P3A Barut), menggelar
pertemuan peningkatan kapasitas dan jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan
dan anak, Kamis (3/10).
Menurut Kadis Dalduk KB dan P3A Barut, Hj Siti Nornah
Iriawati, masalah gender dan istilah
gender, erat kaitannya dengan paradigma yang belaku di masyartakat, yaitu
perbedaan fungsi dan peran antara laki-laki dan perempuan.
Sementara Indek Pembangunan Gender (IPG), merupakan salah
satu ukuran tingkat keberhasilan capaian pembangunan yang sudah mengakomodasi
persoalan gender.
Untuk Kabupaten Barut, saat ini belum terbentuk forum
partisipasi publik untuk kesehatan Perempuan dan Anak (Puspa), Perlindungan Anak
Terpadu, Berbasis Masyarakat (PATBM), satgas pencegahan kekerasan dalam rumah
tangga (PKDRT) serta kelurahan/desa ramah anak.
Karena itu diharapkan, pertemuan ini menginisiasi dapat
terbentuknya suatu wadah atau forum untuk mengatasi persoalan perempuan dan
anak.
“Dengan demikian diharapkan, seluruh elemen masyarakat
dapat bekerja dengan jangkauan yang lebih luas, memiliki jaringan bermitra yang
lebih banyak untuk saling bertukar ide dalam konteks perempuan dan anak,” ujarnya.
(arh/foto: ist)
