MUARA TEWEH, banuapost.co.id– Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat ditentukan oleh kesinambungan antar upaya program, sektor serta seluruh masyarakat.
“Oleh karena itu, peran serta di luar sektor kesehatan
sangat diharapkan dalam mencapai kemampuan seluruh lapisan masyarakat untuk
hidup sehat,” kata Plt Kadinkes Barut, H
Siswandoyo, saat membuka kegiatan pertemuan orientasi krida bagi calon anggota
Saka Bakti Husada (SBH), Sabtu (26/10).
Salah satu wujud peran serta, lanjutnya, melalui
keterlibatan kelompok masyarakat yang peduli dan bergerak di bidang kesehatan,
termasuk melalui Gerakan Pramuka.
Dijelaskannya, dalam melaksanakan tugas pokoknya, Gerakan
Pramuka bekerjasama dengan berbagai instansi terkait, termasuk kemekes yang
diwujudkan melalui Kesepakatan Bersama antara Ketua Kwartir Nasional Gerakan
Pramuka dengan Menteri Kesehatan.
Hal ini dimaksudkan untuk mewujudkan tenaga kader
pembangunan di bidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan perilaku hidup
bersih dan sehat.
Saka Bakti Husada berfungsi sebagai wadah pendidikan dan
pembinaan, pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta keterampilan di
bidang kesehatan.
Pramuka yang menjadi anggota Saka Bakti Husada diharapkan
dapat menjadi contoh, agen perubahan dan pendidik sebaya untuk, menggerakkan
masyarakat sekitarnya terutama generasi muda dalam menerapkan pola hidup sehat.
Saka Bakti Husada memiliki enam Krida, yaitu Bina
Keluarga Sehat, Bina Lingkungan Sehat, Pengendalian Penyakit, Bina Gizi, Bina
Obat serta Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat.
“Keenam Krida ini dikembangkan melalui upaya pelaksanaan
kegiatan dalam menjawab tantangan dan solusi permasalahan di bidang kesehatan,”
pungkasnya. (arh/foto: ist)
