MUARA TEWEH, banuapost.co.id- Warga Desa Jangkang Baru,
Kecamatan Lahei Barat, Barut, mengeluhkan pelayanan PT (Persero) PLN yang lambat,
terkait kerusakan jaringan di wilayah tersebut. Padahal akibat kelambatan ini,
warga desa hidup dengan gelap gulita.
Keluhan disampaikan Kades Jangkang Baru, Saifullah,
kepada awak media di Muara Teweh, Selasa (1/10).
Menurut kades, gelap gulitanya sejumlah desa di Kecamatan
Lahei Barat, dikarenakan beberapa tiang PLN dari Desa Luwe Hulu ke arah
kecamatan, patah setelah diterjang angin puting beliung, beberapa hari lalu.
“Meski sudah diganti dengan batang kayu, namun
ternyata listrik di wilayah Kecamatan Lahei Barat tetap padam selama tiga hari,
terhitung pada sejak Sabtu (28/9) malam hingga Minggu (30/9) malam,” ujar Saifullah.
Bahan penggunaan batang kayu sebagai tiang listrik, juga
disayayangkan sang kades, karena sangat rawan patah dan mudah lapuk.
“Ada apa dengan PT PLN. Apa tidak ada tiang
cadangan, atau memang gak punya stok tiang,” ucapnya.
Sementara enam desa yang padam selama tiga hari
belakangan ini, di antaranya Desa Jangkang Baru, Jangkang Lama, Papar Pujung, Teluk
Malewai, Benao Hilir (Kecamatan) dan
Desa Benao Hulu.
“Padahal Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG,
Red.) letak dan sumbernya dari
Kecamatan Lahei. Namun hampir seluruh desa di Kecamatan Lahei Barat belum
kebagian setrumnya,” pungkasnya. (arh/foso:
ist)
