BATU AMPAR, banuapost.co.id–
Sempat histeris beberapa kali, Yohana kian terpukul dengan kenyataan. Kakaknya,
Seprinus (21), benar-benar telah pergi untuk selamanya.
Pemuda asal Kecamatan Boking, Timor Tengah Selatan, Nusa
Tenggara Timur itu, ditemukan penyelam Basarnas Banjarmasin di ke dalaman 15
meter di dasar bekas galian tambang batubara yang menjadi danau, setelah 19 jam
dalam pencarian.
Tak pelak lagi, penemuan jasad kakaknya itu, membuat anak
ketiga dari lima bersaudara seperti kehilangan harapan. Yohana tak kuasa
menahan tangis dalam pelukan teman-temannya.
Bagaimana Yohana tidak bersedih. Ia datang ke Kalimantan
Selatan karena dijemput sang kakak untuk diajak bekerja di perkebunan sawit PT
GMK.
Gadis berusia 18 tahun yang baru lulus SMA itu, mengaku
baru tiga bulan membantu kakaknya di kebun. Namun sayang, nasib berkata lain. Sang
kakak harus meninggalkannya untuk selamanya.
“Sungguh saya tidak punya firasat apa-apa tentang kakak
saya. Bahkan tidak mengetahui, kalau kakak bermain bersama rekan-rekannya di
danau dekat perusahaan,” ucap Yohana terdengar lirih.
Beberapa kali terlihat teman-temannya berusaha
menenangkan Yohana. Termasuk saat mengikuti jasad sang kakak dibawa ke RSUD
Hadji Boejasin Pelaihari.
“Saya ingin pulang ke kampung, sekaligus membawa jasad
kakak pulang,” ujar Yohana terbata dengan tatapan kosong.
Sementara Manajer Kebun Tengah PT GMK, Haryadi, berjanji
akan membantu jika Yohana ingin pulang juga, meski sudah mulai bekerja di
perusahan sawit itu.
“Sebenarnya Ia (Yohana) sudah sekitar dua bulan bekerja
di perusahaan. Sedang jasad akan kami pulangkan ke kampung halamannya,” kata Hariyadi.
sambil menambahkan akan mengusahakan kalau Yohana memang ingin kembali ke
kampungnya. (zkl/foto: ist)
