JAKARTA, banuapost.co.id–
PT Maming 69 tampil sebagai salah satu perusahaan yang ikut mensponsori
Kejuaraan Basket Piala Presiden 2019 yang digelar di Solo, Jawa Tengah, 20
hingga 24 November mendatang.
Selain perusahaan asal Tanah Bumbu dalam kejuaraan berhadiah
total Rp 375 juta, sekaligus yang terbesar sepanjang ajang basket nasional, juga
ada PT Adaro, Hanamasa, Swallow Globe, AICE, PWC, Redbull, Emboss Production,
Club Mineral Water, Royal Sports Medicine Centre, Sritex dan Hotel Santika
Indonesia.
“Semua brand itu sudah sepakat mendukung pelaksanaan
Piala Presiden 2019,” ujar Ketua Steering Committee, Maruarar Sirait, di
Jakarta, Sabtu (16/11).
Menurut putra politisi senior PDI-P, Sabam Sirait itu, Basket
Piala Presiden sebagai persiapan jangka panjang menyambut gelaran Piala Dunia
Basket 2023 yang akan berlangsung di Indonesia.
Selain merupakan turnamen pra musim bolabasket, kesuksesannya
juga menambah disiplin olahraga sebelumnya, sepakbola dan E-Sport.
“Harapannya tentu untuk ikut membantu mendongkrak
olahraga basket di tengah masyarakat,”
tegas Ara, sapaan akrabnya.
Kejuraan ini, sambung Ara, untuk memaksimalkan para
pemain muda yang ada di setiap tim. Oleh sebab itu, Piala Presiden berencana
untuk memulai turnamen setelah dilangsungkannya Draft IBL.
Dengan begitu, para rookie memiliki kesempatan lebih
besar untuk mendapatkan lebih banyak jam terbang, sebelum memulai musim reguler
mereka awal 2020 mendatang.
”Kami sengaja menggelar setelah IBL Draft agar Tim
menggunakan pemain rookienya di Piala Presiden,” imbuhnya.
Ajang Piala Presiden ini, menurut Ara, membagi peserta dalam
tiga grup. Dengan menggunakan sistem
round robbin, hanya satu tim dari setiap grup yang berhak lolos ke babak empat
besar, plus satu runner-up terbaik.
Tak
ada uang negara
Tak ditampik Ara, perhatian masyarakat memang menjadi
sangat penting bagi Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Basket 2023. Karena
sebagai tuan rumah, Indonesia sangat berharap masyarakat bisa datang dan
meramaikan setiap venue yang nantinya digunakan untuk menggelar pertandingan.
“Karena itu, kualitas pertandingan akan sangat menentukan
bagi kesuksesan ajang Piala Presiden kali ini,” ucap Ara.
Soal hadiah yang menggiurkan itu, secara tegas
dikemukakan Ara, sepersenpun tidak ada uang negara. Sepenuhnya didapatkan
secara profesional.
”Seperti di sepakbola, kami juga memastikan kalau
turnamen ini akan laksanakan secara profesional. Tidak akan ada uang negara
yang bakal dikeluarkan untuk menggelar ajang ini,” tandasnya.
Bahkan di akhir kejuaraan nanti, sambung Ara, dilakukan
audit oleh akuntan publik terpercaya, Price
Waterhouse Coopers, untuk memastikan semua prosedur berjalan secara
profesional. (yb/b2n/foto: ist)
