JAKARTA, banuapost.co.id– 30 Januari merupakan hari yang sangat istimewa bagi Kapolri Jenderal Pol Idham Azis. Karena di tanggal itulah, orang pertama di institusi Kepolisian RI ini merayakan hari lahirnya. Kamis, 30 Januari 2020 merupakan hari lahir yang ke-57 tahun jenderal polisi berbintang empat tersebut.
Idham Azis yang lahir di
Kendari, Sulawesi Tenggara, sebagaimana dilansir nkripost.com, memulai karir sebagai polisi setelah lulus Akpol
1988. Pada 2 Desember 1998, ia mulai menjalankan tugas pertamanya sebagai
Pamapta di Polres Bandung.
Seiring dengan
berjalannya waktu, karir Idham dalam kepolisian terus melanjak. Sejumlah
jabatan penting pernah diembannya. Mulai dari Wakadensus 88 anti-teror Polri,
Kapolres Jakarta Barat, Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Direktur
Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri, Kapolda Sulawesi Tengah, Kadiv Propam
Mabes Polri, Kapolda Metro Jaya, dan Kabareskrim Polri.
Idham termasuk anggota Polri
yang cukup berpengalaman di bidang reserse. Selain itu, ia termasuk anggota
yang mendapatkan kenaikan pangkat cukup cepat ketika tergabung dalam tim
Bareskrim.
Beberapa kasus mencolok pernah
ditanganinya. Mulai dari Bom Bali II (2005), Mutilasi 3 Siswi Kristen Poso
(2005), Operasi Anti Teror Posos (2005 – 2007), Operasi Camar Maleo (2014 – 2016),
dan Operasi Tinombala (2016).
Pada 20 Juli 2017 Idham
ditunjuk Kapolri Jenderal Tito Karnavian menjadi Kapolda Metro Jaya. Ia
menggantikan Irjen M Irawan yang dimutasi menjadi Asops Kapolri.
Pada 28 Januari 2019, Idham
dilantik sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (Kabareskrim) menggantikan
Komjen. Pol Arief Sulistyanto. Posisinya sebagai Kapolda Metro Jaya dilanjutkan
Irjen Pol Gatot Eddy Pramono.
Pada 23 Oktober 2019, Presiden
Joko Widodo mengusulkan nama Idham sebagai calon tunggal Kapolri untuk
menggantikan Tito Karnavian yang diangkat menjadi Menteri Dalam Negeri.
30 Oktober 2019, Komisi III
DPR-RI yang dipimpin Herman Hery, menggelar uji kepatutan dan kelayakan (fit
and proper test) terhadap Idham.
Rapat pleno Komisi III
memutuskan, menyetujui pencalonan Idham secara aklamasi. Keputusan ini disahkan
Puan Maharani selaku Ketua DPR-RI dalam sidang paripurna yang digelar sehari
setelahnya.
Presiden Jokowi resmi melantik
Idham sebagai Kapolri pada 1 November 2019. Kini sudah tiga bulan Idham
menjabat sebagai Kapolri, dan di waktu singkat itu juga berhasil mengungkap
kasus air keras terhadap Novel Bawesdan, salah seorang penyidik senior KPK. (yb/nkri/foto: ist)
