JAKARTA, banuapost.co.id– Hanya sehari setelah dilantik Ketua Umum KONI Pusat, Marciano Norman, Ketum PSSI periode 2019 – 2023, M Iriawan, mengunjungi Satgas Antimafia Bola di Gedung Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Selasa (25/2).
Setibanya di kantor di lingkungan Mapolda Metro Jaya itu,
M Irawan beserta rombongan disambut Kasatgas Antimafia Bola, Brigjend Pol Hendro
Pandowo.
Usai pertemuan, M Iriawan kepada awak media menuturkan, PSSI
mendukung sepenuhnya Satgas Antimafia Bola dalam pengawasan dan pemberantasan
mafia bola di industri sepakbola Indonesia.
Bahkan menurut jenderal bintang tiga yang masih aktif di
Polri, PSSI meminta bantuan Satgas Antimafia Bola untuk menempel rombongan
pemain timnas Indonesia saat bertanding di luar negeri.
“Kami bukan curiga dengan timnas, tapi ini mengantisipasi
ada kelompok-kelompok lain yang mempengaruhi timnas. Jadi ini adalah langkah
preventif. Hal ini sudah dilalukan Vietnam, Malaysia dan Singapura,” jelasnya.
Kehadiran aparat keamanan dan Satgas Antimafia Bola
menempel rombongan timnas, juga diperlukan untuk menjaga segala hal di dalam
timnas.
“Mulai menjaga makanannya, menjaga latihannya yang tidak
boleh dilihat timnas negara lain, juga sampai keselamatan pemain, serta lalulintas
saat menuju tempat pertandingan,” kata M Iriawan.
Para pemain timnas, lanjut mantan Kapolda Metro itu, hanya fokus pada pertandingan yang akan
dijalani. Sehingga diharapkan dapat bermain sebaik-baiknya.
“Kami mengharapkan kehadiran aparat atau satgas
bersama timnas mengamankan semua pertandingan dan event sepakbola yang terjadwal
dari mafia bola,” tandasnya.
Juga disampaikan potensi-potensi terjadinya
penyalahgunaan dalam pengaturan skor persepakbolaan yang menjadi ranah satgas.
Intinya, PSSI dan Satgas Antimafia Bola saling mendukung
dalam memberantas mafia bola,” pungkas M Irawan. (yb/*/foto: ist)