JAKARTA, banuapost.net– Badan Pengurus Pusat (BPP) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), mengecam keras deklarator Erick Thohir – Bahlil Lahadalia sebagai pasangan capres-cawapres 2024 – 2029.
Kecaman tersebut, selain karena tidak etis di tengah
banyaknya persoalan bangsa yang sedang di hadapi, juga dinilai sebagai upaya merusak nama baik menteri
asal HIPMI tersebut.
“Karena itu keluarga besar HIPMI, meminta dengan sangat pihak-pihak
yang dalam beberapa hari ini telah mengganggu konsentrasi bangsa untuk
menghentikan tindakannya,” tegas Ketua Umum BPP HIPMI, Mardani H.Maming, dalam
keterangannya, Kamis (12/3).
Menurut Mardani, tindakan deklarator sangat tidak etis.
Sebab selain suksesi masih empat tahunan lagi, kedua menteri sekarang ini
sedang bekerja keras membantu Presiden Joko Widodo menjaga perekonomian
nasional dari dampak Covid-19 tersebut.
“Benar-benar tidak memiliki empati!. Di saat bangsa sedang
sibuk mempersiapkan mekanisme penanganan perluasan korona berikut dampak sosial
dan ekonomi yang ditimbulkannya, beberapa pihak malah menggelar deklarasi dan
memasang atribut pilpres,” ucap Dani, sapaan akrab pengusaha asal Batulicin, Kalsel
ini.
Bahkan tanpa tedeng aling-aling, CEO Holding PT Batulicin
69 dan PT Maming 69 ini, menuding diusungnya Erick Thohir – Bahlil Lahadalia sebagai capres
dan cawapres 2024, bertujuan untuk merusak nama baik kedua senior HIPMI tersebut.
“Kami menduga, tindakan deklarasi ini dilakukan untuk
menjerumuskan dan merupakan pembunuhan karakter terhadap kedua senior kami
ini,” tandas Mardani.
Bahkan, sambung Mardani, para deklarator tengah melakukan
pembusukan nama baik pemerintah dan HIPMI secara diam-diam.
“Hal ini karena pelakunya tidak pernah muncul secara
terbuka. Tidak pernah berkordinasi, bahkan cenderung menyembunyikan identitas,”
tegasnya.
Menurut Dani, Keluarga besar HIPMI merasa terciderai.
Sebab kampanye dan deklarasi tersebut, dicurigai bertujuan untuk mengganggu
aksi bersih-bersih yang dilakukan kedua menteri andalan Presiden Jokowi
tersebut.
“Di tengah leseriusan dan kerja keras Bang Erick Tohir
dan Bang Bahlil saat ini, mungkin ada pihak yang tidak mendukung upaya
bersih-bersih dan juga perbaikan layanan investasi Indonesia,” imbuhnya.
Mardani mengingatkan semua pihak agar menahan syahwat
politiknya. Sebab pesta politik nasional masih sangat jauh. Sebaiknya justeru membantu
pemerintah yang tengah berkonsentrasi
memperbaiki kondisi perekonomian.
“Pemilihan presiden masih jauh. Jangan ganggu konsentrasi
kedua senior kami. Mari kita tinggalkan politik yang saling menjatuhkan, karena
HIPMI akan selalu berada di garda terdepan mengawal ekonomi Indonesia,”
pungkasnya. (yb/b2n/foto: ist)