PALANGKA RAYA, banuapost.co.id– Hamba kartu di Kota Palangka Raya benar-benar kena batunya, Jumat (3/4) sore. Tengah asyik berusaha kaya dengan berjudi, malah kena gerebek jajaran Ditsamapta Polda Kalteng.
Tak pelak lagi, sedikitnya 11 tukang urut kartu domino itu diamankan. Penggerebekan terjadi di kawasan padat pemukiman, bantaran Sungai Kahayan, Kota Palangka Raya.
Benar-benar budak setan. Pasalnya, di tengah hampir semua penduduk Indonesia dilanda kecemasan akan pandemi virus mematikan, justeru malah asyik adu nasib mencari keberuntungan dengan berjudi di sebuah warung kopi warga setempat.
Ketika petugas datang, para hamba kartu ini sempat kocar kacir mencoba menyelamatkan diri. Bahkan ada di antaranya berusaha menceburkan diri ke sungai yang membelah Kota Palangka Raya itu.
Namun upaya sia-sia. Puluhan petugas dengan senjata laras panjang, keburu mengepung semua jalan kabur. Berusaha melawan, gelang besi berantai alias borgol pun dipasang.
Kartu domino sebagai peralatan judi, dan uang yang jadi taruhan, disita sebagai barang bukti untuk kelengkapan pemberkasan di persidangan kelak.
Menurut Wadir Samapta Polda Kalteng, AKBP Timbul R Siregar, penggerebekan berawal dari laporan, karena warga resah dengan keberadaan hamba-hamba judi ini di tengah masyarakat was-was dengan wabah virus korona.
“Sangat disayangkan memang. Di tengah imbauan agar melakukan social distancing atau menjaga jarak satu dengan lainnya, justeru malah berkumpul. Main judi pula,” ujar AKBP Timbul dengan logat khas Sumateranya.
Padahal, sambung AKBP Timbul, saat ini Kota Palangkja Raya berstatus tanggap darurat wabah virus korona. Bahkan telah dalam zona merah.
“Kita dapat informasi perjudian di Gg Kenanga ini ketika sedang sosialisasi masalah Covid-19. Setelah dilakukan pengecekan, ternyata benar. Penggerebekan langsung kita lakukan. Hasilnya, 11 penjudi kita tangkap,” jelas AKBP Timbul. (yb/din/foto: ist)
S