BANJARMASIN, banuapost.co.id– Masker yang kini jadi ‘primadona’ seiring dengan imbauan pemerintah pusat, termasuk daerah, harus dipakai selama keluar rumah, tentu tak dapat dipenuhi terutama bagi warga miskin.
Boro-boro mikirin masker dalam pandemi Covid-19 ini, keluar rumah akibat pembatasan inipun sudah menyebabkan kompor di dapur kadang menyala kadang tidak akibat sulitnya mencari tambahan pendapatan.
Kondisi miris seperti inilah yang rupanya menjadi pemikiran petinggi di Kelurahan Surgi Mufti, Banjarmasin Utara, akan warganya yang cukup banyak hidup di bawah garis pas-pasan.
“Kita memang sedang mengupayakan agar warga Kelurahan Surgi Mufti ini dapat bantuan masker gratis. Ini mengingat dananya juga terbatas di kelurahan,” kata Lurah Surgi Mufti, Farid Ridhony, yang ditemui di kantornya di bilangan Jahri Saleh, Kamis (9/4) siang.
Menurutnya, untuk ikut mentaati aturan yang sedang diberlalukan dalam memutus mata rantai penyebaran virus korona ini, usulan sudah disampaikan ke Kacamatan Banjarmasin Utara.
“Usulan masker gratis ini sudah kita sampaikan ke Kecamatan Banjarmasin Utara, karena keberadaan Kelurahan Surgi Mufti ini ada di bawah kecamatan tersebut. Jadi masih menunggu bagaimana kebijakan Pemko Banjarmasin,” imbuhnya.
Farid tak menampik pentingnya masker dalam kondisi sekarang ini mengingat Kota Banjarmasin sudah masuk zona merah penyebaran virus. Jadi jangan heran meski di pasaran pun ada tentu harganya menjadi mahal.
“Kalau kita menggelontorkan dana di kelurahan, tentu tidak sedikit. Karena jumlah warga yang perlu dibantu akibat ketidakmampuan ada kisaran 12.000 jiwa,” jelas Farid.
Oleh sebab itu, sambung Farid, dalam kondisi darurat sekarang ini, warga juga dituntut berinovasi dengan membuat masker sendiri dari bahan kain yang ada di rumah masing-masing, sebelum ada bantuan dari pemko.
“Sifatnya kan sementara. Kalau bantuan ada, maskernya pun tentu sudah standart kesehatan,” pungkasnya. (stp/foto: setia)