BATULICIN, banuapost.co.id– Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri) memberikan apresiasi ke Pemkab Tanah Bumbu atas kinerjanya dalam pelaksanaan dan pelaporan kegiatan penurunan stunting.
Apresiasi disampaikan melalui Ditjen Bina Bangda saat workshop penguatan kelembagaan, pemantauan, benchmark dan pembelajaran antar daerah yang dilaksanakan di Bali, 11–14 November lalu.
Selain Tanah Bumbu, ada 9 kabupaten lainnya yang mendapatkan apresiasi, yakni Gianyar, Bima, Rote Ndao, Flores Timur, Belu, Gunung Mas, Malinau, Penajam Paser Utara, dan Kab. Kapuas Hulu.
Selan itu, penghargaan P3SPS ke Jhonlin Radio FM mewakili Provinsi Kalsel dalam acara sharing pembelajaran dalam bentuk pameran bertemakan: Cegah Stunting itu Penting.
Menurut Dirjen Bina Bangda Kemendagri, Dr Hari Nur Cahya Murni, melalui kegiatan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan sharing pembelajaran praktek dalam upaya penanganan stunting di daerah masing-masing.
Diingatkan Hari Nur, stunting merupakan program prioritas nasional. Sehingga peran pemerintah daerah dalam upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting terintegrasi sangat penting.
“Pemerintah daerah harus mendukung sepenuhnya dengan ditandai komitmen kepala daerah. Karena kunci keberhasilan di daerah, komitmen kepala daerah baik di tingkat provinsi dan kabupaten/kota,: tegasnya.
Komitmen dari kepala daerah dalam membuat kebijakan khusus terkait penanganan stunting, dimulai dari proses perencanaan sampai pada penganggaran, baik yang bersumber dari APBD,APBD Provinsi,APBN/DAK dan sumber lain.
Begitupun peran SKPD selaku penanggungjawab 20 indikator poko,k juga menjadi tolok ukur keberhasilan pelaksanaan program kegiatan penanganan stunting.
“Sehingga jika ada indikator yang belum tercapai, maka kepala daerah harus melakukan evaluasi terhadap kinerja SKPD,” jelasnya.
Sementara, Plt Kepala Bappeda Tanah Bumbu Alfian, mengatakan, berdasarkan hasil input data 8 aksi, Tanah Bumbu sudah melakukan input data sampai pada aksi 6.
“Sehingga masih ada 2 aksi (aksi 7 dan 8) yang belum di input. Diharapkan sampai Desember nanti, semua data sudah terinput dalam sistem web monitoring aksi bangda,” imbuhnya. (jack/foto: ist)