BATULICIN, banuapost.co.id– Mulda Kusuma tampil sebagai kampiun lomba video pendek pariwisata 2020 Tanah Bumbu yang diselenggarakan Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporpar) setempat.
Berdasarkan berita acara yang ditandatangani lima juri, Mulda memperoleh skors 1811. Pemenang kedua, Ismail Marzuki skors 1785, disusul M Kamil Idenan skors 1761. Sementara pemenang harapan 1, diraih Rijali Rahman dengan total skors 1688.
Selain mengganjar hadiah belasan juta rupiah, panitia memberikan penghargaan terhadap nominasi video favorit dengan like instagram terbanyak, juga karya Mulda Kusuma.
Seperti diketahui program lomba video pendek ini mendapat atensi yang cukup tinggi dari sineas lokal. Hal ini dapat dilihat dari tingginya animo peserta untuk mengikuti lomba.
Menurut Kepala Disporpar Tanah Bumbu, Hamaluddin Tahir, program lomba video pendek pariwisata merupakan wujud apresiasi terhadap karya-karya yang telah mendukung promosi kepariwisataan di kabupaten yang kaya dengan potensi ini.
“Daerah kita memiliki banyak potensi pariwisata, perlu dukungan karya-karya kreatif untuk menunjang promosi. Karena itu kami memberikan penghargaan bagi sineas yang telah berkarya. Harapannya ke depan, mereka dapat berkontribusi terhadap kemajuan kepariwisataan,” jelas Hamal, Jumat (4/12).
Lomba ini, sambung Hamal, sengaja dihelat untuk memberikan stimulan bagi seneas kreatif agar menghasilkan karya lebih baik lagi secara kualitas, maupun secara produktifitas.
Hamal berharap, sineas-sineas kreatif ini bukan hanya mampu memproduksi video pendek kepariwisataan, namun juga mampu memproduksi film lainnya secara utuh. Mengingat videografi salah satu subsektor yang akan dikembangkan instansinya melalui bidang ekonomi kreatif.
“Jika perlu dibuatkan PH (production house)-nya. Kami siap mendukung,” tegas sarjana bidang seni rupa ini.
Sementara Rahman Fauzi, Kasi Promosi Disporpar, mengatakan, pihaknya sangat serius menjalankan program yang berkaitan dengan subsektor videografi ini.
Karena itu, Rahman menaruh harapan besar agar bidang videografi dapat bertumbuh dengan baik dan mampu bersaing dengan daerah lain.
Sejalan dengan itu, Rahman mengaku telah menyiapkan program-program lanjutan untuk memberikan kompetensi bagi sineas lokal.
“Saat ini video menjadi karya kreatif unggulan. Kita memiliki potensi sumber daya manusia, tinggal kita gali dan kembangkan. Ke depan kami juga akan membuat serangkaian program pelatihan bidang videografi,” imbuhnya. (uza/foto: ist)