BANJARMASIN, banuapost.co.id- Hidup adalah perjuangan. Setidaknya itu moto yang tertanam dalam diri Yulati. Bagaimana tidak! Jika kebanyakan orang menikmati masa-masa usia senja di rumah berkumpul dengan anak atau cucu, tidak bagi dirinya.
Nyatanya wanita berusia 68 tahun, warga Jl Niaga Utara RT 13 No 11, Kelurahan Kertak Baru Ilir, Banjarmasin Tengah, menghabiskan waktunya di sengatan sinar matahari. Kondisi ekonomi yang jauh dari kata ‘beruntung’ menyebabkannya masih harus bekerja mencari nafkah.
Selain mencukupi kebutuhan hidup, Nenek Yuliati juga harus merawat sang kakak, Norhayati, yang usianya jauh lebih senja. Sudah empat tahun ini terbaring sakit akibat kena stroke di rumahnya yang jauh dari kata layak.
Saat Tim Mobile Social Rescue (MSR) ACT Kalsel menyambangi kediamannya, Kamis (10/12) siang, Nenek Yuliati dengan ramah melempar senyum khasnya. Sebelumnya, tim sempat menunggu beberapa menit untuk bertemu, karena dia bekerja sebagai juru parkir di Jl Niaga itu.
“Alhamdulillah, datang lagi anak-anak saya ini. Kakak saya rindu sekali, sudah lama tidak datang,” ucap Nenek Yuliati, sembari menghampiri Tim ACT.
Kendati hanya sebagai juru parkir berbarengan dengan berjualan bensin eceran, Nenek Yuliati sangat sabar berjuang menghadapi kerasnya kehidupan ini.
Begitupun saat Tim ACT menawarkan pengobatan ke dokter lagi untuk mengecek kondisi Nenek Norhayati, Nenek Yuliati enyambutnya dengan sangat haru.
Tak henti-hentinya ia mengucapkan rasa syukur sembari memegang erat tangan M Riadi, Staf Program ACT Kalsel yang ikut menyambangi.
Nenek Norhayati sebelumnya telah mendapatkan pengobatan dokter melalui program Mobile Clinic. Layanan Mobile Clinic sendiri terdiri dari pemeriksaan rutin dokter per bulan ke rumah-rumah, pemberian resep dan bantuan obat jika diperlukan.
Selain itu, pasien Mobile Clinic juga mendapatkan pendampingan dan pemeriksaan sewaktu-waktu, dengan catatan jika diperlukan.
“Alhamdulillah, terima kasih atas tawarannya. Saya tak pernah berhenti mengucapkan rasa syukur,” tutur Nenek Yuliati dengan wajah bahagia bercampur haru.
“Allah SWT akan memudahkan jalan kamu, lancar dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab kamu. Karena Allah SWT yang memberi rezeki,” ucap lirih Nenek Yuliati.
Sementara menurut Kepala Cabang ACT Kalsel, Zainal Arifin, Nenek Yuliati telah berikhtiar dalam mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidupnya dan merawat kakaknya yang terbaring sakit.
“Karena itu, salut dengan keteguhan hati Nenek Yuliati yang tak patah semangat dalam menjalani kehidupan, kendati dengan segala keterbatasan dan usia yang tak lagi muda,” ujar Zainal.
Oleh sebab itu, sambung Zainal, sudah selayaknya mendapat perhatian dari semua. “Selain mendoakan kesembuhan Nenek Norhayati, mari kita sisihkan sebagian rezeki yang kita miliki untuk Nenek Yuliati agar dapat menikmati sisa usia senjanya dengan layak,” imbuh Zainal mengajak. (oie/*/foto: ist)