BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kualitas hidup manusia di Kalsel semakin moncer. Faktanya, angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) parameternya. Semua itu tak lepas dari kerja keras H Sahbirin Noor selama menakhodai provinsi dengan julukan Bumi Lambung Mangkurat.
Bahkan dalam dua tahun, 2018 dan 2019, Banua menorehkan sejarah. Indeks IPM telah masuk kategori tinggi. Padahal tahun-tahun sebelumnya, hanya berada di klasifikasi sedang.
“Alhamdulillah, angka IPM Kalsel berada di atas 70, tepatnya 70,17 sejak 2018. Di 2019, capaian IPM naik menjadi 70,72,” ungkap Paman Birin, sapaan familiarnuya, yang juga petahan dengan nomor urut 01 dalam Pilkada Kalsel, 9 Desember mendatang.
Angka IPM, sambung pendamping Acil Odah atau Hj Raudatul Jannah ini, menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan dan sebagainya.
Bahkan IPM, merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).
Bagi Indonesia, menurut Paman Birin, IPM merupakan data strategis. Karena selain sebagai ukuran kinerja pemerintah, indikator ini juga digunakan sebagai salah satu alokator penentuan dana alokasi umum (DAU).
Angka IPM dibentuk dari 3 komponen utama,. kesehatan (angka harapan hidup saat lahir-AHH), pendidikan (rata-rata lama sekolah – RLS dan angka harapan lama sekolah-HLS), serta ekonomi (pengeluaran per kapita yang disesuaikan).
“Selama periode 2018 hingga 2019, komponen pembentukan IPM di Kalsel terus membaik dan meningkat,” imbuhnyya.
Bayi yang baru lahir pada 2019, memiliki peluang untuk hidup hingga 68,49 tahun, meningkat 0,26 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Anak-anak usia 7 tahun memiliki peluang untuk bersekolah selama 12,52 tahun, meningkat 0,02 tahun dibandingkan dengan tahun 2018.
Penduduk usia 25 tahun ke atas, secara rata-rata telah menempuh pendidikan selama 8,20 tahun, meningkat 0,20 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.
Kemudian meningkatnya pengeluaran per kapita, juga merupakan salah satu indikator membaiknya pembangunan manusia di Kalsel.
“Pengeluaran per kapita masyarakat telah mencapai Rp 12,253 juta pada 2019, meningkat Rp 191.000 di bandingkan tahun sebelumnya.
“Dari angka di atas bisa disimpulkan, kualitas pembangunan manusia di Kalsel sudah mencapai level tinggi. Selangkah lagi akan mencapai angka tertinggi,” pungkasnya. (yb*/foto: ist)