SAMPIT, banuapost.co.id– Tiga desa di Kecamatan Pulau Hanaut, Sampit, Kotawaringin Timur (Kotim), dapat pelatihan pemetaan partisiptif dari PT Rimba Makmur Utama (RMU). Kegiatan dilaksanakan di aula kecamatan setempat 15 hingga 19 Februari mendatang.
Camat Pulau Hanaut, Ir H Eddy Mashami, berharap pelatihan bermanfaat buat pengembangan desa tersebut. Karena pelatihan bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kinerja perangkat desa.
“Pemetaan partisipatif satu metode pemetaan yang menempatkan masyarakat sebagai pelaku di wilayahnya, sekaligus juga menjadi penentu perencanaan pengembangan di desa masing-masing,” katanya, Selasa (16/2).
Selain itu, kegiatan pelatihan ditujukan melatih tim pemetaan, baik dari aparat desa maupun masyarakat lokal, dalam menggunakan perangkat pemetaan yang ada di desa itu sendiri.
“Karena itu saya harapkan semua peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, mesti waktu yang diberikan hanya 4 hari. Setidaknya bisa memahami cara pemetaan dan mengambil ilmu yang diberikan pemateri,” ujarnya.
Ditambahkan camat, pihaknya juga berharap bukan hanya tiga desa yang mendapatkan pelatihan. Tapi ke-14 desa yang ada di Kecamatan Pulau Hanaut juga mendapatkan pelatihan yang sama. Sehingga 2021 semua desa sudah memiliki peta administrasi wilayah masing-masing.
Narasumber dalam pelatihan ini, di antaranya Riko dan Solpiani, anggota Simpul Layanan Pemetaan Partisipatif Region Kalimantan. Sementara pesertanya sebanyak 15 orang, termasuk Ketua Masyarakat Peduli Api (MPA) dan anggota karang taruna.
Sekadar untuk diketahui, PT RMU merupakan pemekarsa lahan hutan gambut di Kabupaten Katingan dan Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah.
Perusahaan ini bergerak di bidang pengelola standart karbon terverifikasi ( Verified Carbon Standard/VCS) atau disebut Voluntary Carbon Standard.
Salah satu programnya, memberikan pelatihan pemetaan partisipatif dalam bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa Hutan (PMDH) di wilayah investasinya. Pelatihan merupakan yang pertama diberikan kepada tiga desa sekitarnya, yakni Bantian, Serambut dan Satiruk. (um/foto: ist)