BANJARMASIN, banuapost.co.id– Politisasi masjid menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) pilkada Kalsel, ditudingkan ke calon Gubernur Prof Denny Indrayana. Dugaan dilibatkannya Rumah Tuhan oleh paslon nomor urut 02 ini, datang dari Pemuda Islam Kalsel yang melaporkan kasusnya ke Bawaslu setempat, Sabtu (3/4).
Namun kedatangan salah satu ormas ini, hanya disambut petugas keamanan Bawaslu Kalsel. Karena lima komisioner bawaslunya tengah tidak ada di tempat.
“Seharusnya komisioner bawaslu ada. Ternyata hari ini tidak ada. Kita khawatir laporan jadi kadaluarsa,” ujar Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pemuda Islam Kalsel, M Hasan.
Akan dilaporkannya cagub itu sendiri, lanjut Hasan, buntut dari kegiatan silaturahim subuh keliling Denny Indrayana yang sempat menimbulkan kegaduhan di Masjid Nurul Iman, Jl Prona 1, Keluruhan Pemurus Baru, Banjarmasin Selatan, Rabu (31/3) lalu.
Bahkan untuk membuktikan tudingan itu, Hasan memperlihatkan foto Denny Indrayana dengan mengangkat tangan simbol dua jari yang menjadi nomor urut pemilihan.
Karena rumah ibadah merupakan salah satu tempat yang bebas dari kegiatan politik, menurut Hasan, Pemuda Islam Kalsel secara tegas menolak politisasi dilakukan di masjid dimomen PSU ini.
“Kita menolak segala politisasi di rumah ibadah, termasuk masjid,” tandasnya.
Rencananya, DPD Pemuda Islam Kalsel akan kembali menyambangi Bawaslu Kalsel Senin (5/4) mendatang, untuk melaporkan Denny Indrayana. Bahkan dalam laporan nanti, telah menyiapkan 3 saksi dan foto-foto kegiatan cagub Denny Indrayana di Masjid Nurul Iman tersebut. (yai/foto: ayai)