MARABAHAN, banuapost.co.id– Sebanyak 50 pegiat literasi di Kabupaten Barito Kuala (Batola), antusias mengikuti pendampingan yang diselenggarakan Balai Bahasa Provinsi Kalsel bekerjasama dengan Dinas Perpustakaan setempat.
Kegiatan selama dua hari berturut-turut, Rabu (31/3) dan Kamis (1/4), di aula SMKN 1 Marabahan yang dibagi menjadi dua kelas, sangat direspon positif.
Hal tersebut terlihat dari keseriusan peserta mengikuti kegiatan dengan seksama. Beberapa peserta terlibat interaktif bersama dua narasumber fasilitator gerakan literasi, Nurul Asmayani dan Muzakkir Munzir.
Selain menerima materi, kegiatan ini juga menerapkan metode praktik. Peserta berkesempatan memperaktikan teori yang di dapat dengan bimbingan fasilitator.
Kepala Dinas perpustakaan Kab Batola, Siti Aminah didampingi perwakilan Balai Bahasa Kalsel, Syamsuddin, dalam sambutannya ketika membuka acara mengatakan, kegiatan bimbingan komunitas literasi ini diharapkan menjadi pemicu tumbuh suburnya gerakan literasi di Kabupaten Batola.
“Kegiatan ini seyogyanya membawa arus gerakan yang bermuara pada terwujudnya masyarakat yang literat,” tandasnya.
SementaraKetua panitia, Musdalipah menjelaskan, kegiatan ini melibatkan peserta yang merupakan pegiat literasi, baik dari perwakilan komunitas, taman bacaan masyarakat (TBM), pustakawan dan pengelola perpustakaan desa atau sekolah.
Kegiatan dipusatkan pada penguatan wawasan, pengetahuan dan pengalaman bagi anggota komunitas, sehubungan dengan budaya literasi agar dapat menularkan pada llingkungan masyarakat melalui program komunitas.
“Kami berharap selepas kegiatan ini, peserta dapat menerapkan pengetahuannya pada lingkungan komunitas,” ujar Musdalipah.
Selain pendampingan, kegiatan in juga dimaksudkan untuk membangun jaringan komunitas literasi di daerah. Hal ini untuk menudahkan koordinasi program keliterasian.
“Kami ingin mendata komunitas literasi yang ada di daerah-daerah. Selain dalam rangka pemetaan, juga untuk kemudahan kordinasi,” imbuhnya.
Kegiatan serupa, imbuh Musdalipah, juga dilakukan pihaknya secara bergiliran di hampir semua kabupaten/kota di Kalsel.
Salah satu peserta, M Noor berharap kegiatan semacam ini terus digalakkan untuk memberi penguatan bagi pegiat-pegiat literasi di daerah.
Menurutnya, di daerah ada banyak sekali pegiat yang potensial memajukan literasi. Namun terkendala daya dukung. “Sebagian dari kami-hanya berjalan dengan program masing-masing. Mudah-mudahan melalui momentum ini ke depan ada penyelarasan dan daya dukung dari pihak yang berkompeten,” ujar penulis tiga judul buku asal Batola ini. (uza/foto: ist)