BANJARMASIN, banuapost.co.id– Kurangnya minat penyintas Covid-19 mendonorkan plasma konvalesen, membuat Unit Donor Darah (UDD) Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Banjarmasin kesulitan penuhi permintaan.
Padahal Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 yang berkerjasama dengan PMI, juga telah menggaungkan gerakan nasional donor plasma konvalesen sejak Januari lalu.
“Karena itu kami terus mencari pendonor plasma konvalesen untuk rumah sakit rujukan pasien Covid-19,” ujar Kepala UDD PMI Kota Banjarmasin, dr Aulia Ramadhan Supit, yang ditemui di ruang kerjanya Kamis (1/4) siang.
UDD PMI Kota Banjarmasin, lanjut Rama, sapaan akrabnya, hingga kini menjadi satu-satunya di Kalimantan yang sudah memproduksi plasma konvalesen. Sedang PMI Balikpapan, Kaltim, baru mempersiapkan.
Oleh sebab itu mengharapkan bantuan pemerintah untuk mensosialisasikan. Sehingga PMI dapat terus memenuhi permintaan plasma konvalesen untuk pasien terpapar.
Menurut Rama, sejak Maret pendonor terus berkurang, sehingga semakin menyulitkan PMI menyediakan kebutuhan plasma di tengah pasien yang kian meningkat setiap harinya.
“Pendonor plasma konvalesen sendiri tidak bisa sembarangan. Hanya orang-orang yang benar dinyatakan sembuh dari Covid-19 yang bisa mendonorkan. Itupun harus melalui beberapa tahapan lagi, apakah plasma itu bisa didonorkan atau tidak,” jelasnya.
Adapun syarat pendonor, antara lain usia 18-60 tahun. Berat badan lebih dari 55 kilogram, diutamakan pria –bila perempuan belum pernah hamil. Tidak menerima tranfusi darah selama 6 bulan terakhir, memiliki surat keterangan sembuh dari dokter dan bebas keluhan minimal 14 hari. (oie/ilust: ist)