DELI SERDANG, banuapost.co.id– Lulusan Fakultas Ushuluddin dan Studi Islam (FUSI) Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU), diingatkan tiga hal sebagai pegangan untuk kembali ke tengah kehidupan masyakarat.
Ke-3 hal yang harus dilaksanakan, yakni pergaulan yang baik (husnul mu’asyarah), interaksi yang baik (husnul mu’amalah) dan kebersamaan yang baik (husnul musyarakah).
“Setelah tiga hal itu, ditutup dengan konsep TMT, yaitu tolong, maaf dan terimakasih,” jelas Komisioner Bawaslu Deli Serdang, Dr Aminuddin, SSos MA, yang didaulat memberi sambutan mewakili alumni pada Yudisium ke-72 FUSI UIN SU, awal pekan tadi.
Dalam wisuda Tahun Akademik 2020/2021 yang mengusung tema: ‘Moderasi Beragama dalam Perspektif Wahdatul Ulum’, ditegaskan Dr Aminuddin, usai mengenyam ilmu di bangku kuliah, perjuangan belum berakhir.
“Karena perjuangan sesungguhnya adalah perjuangan dalam mendapatkan pekerjaan untuk kelangsungan hidup ke depannya. Menjadi pemimpin dan mendedikasikan keilmuannya untuk generasi selanjutnya,” ucap alumnus FUSI yang terjun di kancah perpolitikan di Sumatera Utara ini.
Dari pesan tersebut, sambung Dr Aminuddin, tidak satu pun yang bermakna material. Semuanya bermuatan moral dan nilai-nilai luhur. Terlebih lagi FUSI memang tidak pernah menjanjikan lulusannya menjadi pegawai negeri, birokrat, politisi, pejabat dan sejenisnya.
“Namun dengan keinginan yang kuat dan tekad yang mantap, lulusan FUSI dapat berkarya dimana saja,” imbuhnya.
Bahkan lulusan FUSI, lanjut Dr Aminuddin, merupakan orang-orang yang sanggup berjuang menegakkan Agama Allah melalui ilmu pengetahuan yang telah diperoleh di mana pun berada. (ril/foto: ist)