JAKARTA, banuapost.co.id– Sepanjang pandemi Covid-19, sudah 401 dokter, 315 perawat, 25 tenaga laboratorium, 43 dokter gigi, 15 apoteker dan 150 bidan yang wafat akibat terinfeksi.
Jumlah yang gugur tersebut dikemukakan Ketua Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), dr Adib Khumaidi, SpOT, dalam konferensi pers, Jumat (25/6).
“Sampai saat ini, jumlah dokter yang meninggal ada 401,” tandasnya.
Jumlah tersebut, lanjut dr Adib, cukup meningkat selama Juni 2021 ini. Tercatat ada sebanyak 26 dokter yang meninggal.
Dari data perawat yang dikoordinasikan dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) ada 315 perawat, tenaga laboratorium 25, 43 dokter gigi, apoteker 15 dan 150 bidan.
Meski demikian, dr Adib belum bisa memberikan data pasti terkait jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang meninggal. Pasalnya, masih ada beberapa kasus yang perlu dikonfirmasi.
“Ini satu kondisi yang cukup mengkhawatirkan, ini suatu kondisi yang jauh lebih buruk dari bulan Januari,” imbuhnya.
Sehubungan dengan banyaknya tenaga medis yang meninggalakibat Covid-19, dr Adib mengimbau para dokter dan nakes untuk selalu memperketat penggunaan alat pelindung diri (APD) saat bertugas. Kemudian mengatur pola bekerja agar dapat beristirahat dengan cukup.
“Kami mengimbau kepada dokter yang di atas 65 tahun, untuk tetap di rumah, Tentunya mohon bantuan jika sewaktu-waktu dibutuhkan mengenai aktivitas sosial dan perketat 5 M,” kata dr Adib. (yb/ilust: ist)